LSM LASKAR Perwakilan Simeulue, Pertanyakan Sikap Bupati Bantu 5 Terdakwa Korupsi

oleh -203.489 views
LSM LASKAR

IDUL FITRI

Sinabang I Mediarealitas.com – LSM LASKAR Perwakilan Simeulue, Pertanyakan Sikap Bupati Bantu 5 Terdakwa Korupsi.

Pembahasan terhadap perilaku Bupati Simeulue Erli Hasim yang sepertinya memberi keistimewaan lima terdakwa korupsi dana pemeliharaan jalan dan jembatan di dinas PUPR Simeulue tahun 2017.

REALITAS TV

Kerugian negara berdasarkan audit BPK sekitar Rp 5,7 Miliar dengan memberikan bantuan konkret berupa pemberian jaminan pengalihan penahanan dan lain lain, terus menghangat di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

Pertanyaan dan kecaman di lontarkan Ketua Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR ) Perwakilan Simeulue, Hendra Muryono dalam pers rilisnya yang dikirim kepada Media Rabu (16/03/2021) pagi.

Menùrut Ketua LSM LASKAR, mempertanyakan adanya jaminan istimewan kepada sejumlah oknum pelaku korupsi yang seharusnya ditahan sehingga mendapat jaminan dari Bupati.

Hal ini dilakukan oleh Bupati Seumelue, tidak sesuai dengan visi dan misi Presiden Jokowi (Pemerintah Indonesia) yang komitmen dalam memberantas korupsi, ujar Hendra Mulyono.

Hal lain lagi katanya yang menjadi pertanyaan sementara itu dipihak lain Bupati Simeulue Erli Hasim jelas tak acuh terhadap perkara rakyat kebanyakan lainnya di pulau itu.

Diantaranya soal kasus 5 nelayan yang ditahan Polres Simeulue belum lama ini juga statusnya belum jelas.

Hendra Muryono juga menyebutkan belum lama ini sebagaimana dimuat sejumlah media online bahwa Bupati Simeulue diawal awal para terdakwa di tahan tepatnya pada tanggal – 1 Februari 2021 Bupati cs melakukan pembesukkan kepada para terdakwa ke LP Kajhu, Aceh Besar Provinsi Aceh.

BACA JUGA :   Bamsoet Berikan 10 Unit Motor Listrik, Diharapkan Mampu Majukan Kinerja Korlantas Polri

Kemudian Bupati Simeulue juga menyatakan memberikan bantuan hukum kemudian memberikan dukungan konkret terhadap lima terdakwa korupsi dana pemeliharaan jalan dan jembatan di dinas PUPR Simeulue tahun 2017 dengan menjadi salah satu penjamin untuk pengalihan status tahan menjadi tahan rumah, ujarnya.

Hendra Muryono sendiri sangat curiga dengan bantuan dan dukungan yang diberikan bupati diduga hal itu sebagai taktik agar para terdakwa tidak “bernyanyi” adanya keterlibatan aktor lain dalam kasus itu.

Karena tak pernah ada sepanjang sejarah Republik Indonesia selain oleh Erli Hasim dimana sebagai seorang bupati langsung turun tangan membantu aparaturnya yang terlibat dugaan korupsi dengan menjadi jaminan pengalihan status tahanan serta memberikan support secara nyata, mengunjungi, memberikan bantuan hukum, penyediaan kost dan lain lain.

Ya, adapun katanya terhadap lima terdakwa korupsi dana pemeliharaan jalan dan jembatan kabupaten Simeulue itu di sini menurut Hendra Muryoni mengutip media on-line, bahwa Bupati Erli Hasim kata Humas Pengadilan Tipikor, Banda Aceh Sadri.

BACA JUGA :   Pangdam I/BB Bersama Kapoldasu Sidak Bandara Kualanamu

Dengan tegas bahwa salah satu pertimbangan pengabulan pengalihan status tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan menjadi tahanan Rumah karena adanya jaminan dari Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Padahal ke-lima terdakwa, yakni Ir. Ali Hasmi sebagai mantan Kadis PUPR Simeulue, Iis Wahyudi panitia penerimaan pengadaan barang.

Dedi Alkana dan Afif Linon selaku mantan kasi pemeliharaan jalan jembatan Bina Marga dan juga PPTK. Serta Bereueh Firdaus sebagai Kabid Bina Marga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebelumnya setelah P21 diserahkan oleh penyidik Polda Aceh akhir Januari 2021 langsung di tahan di LP Kajhu.

Lima terdakwa didakwa oleh penuntut umum melakukan tindak pidana korupsi sehingga merugikan keuangan negara dalam paket pekerjaan rehabilitasi jalan dan jembatan dari anggaran APBK 2017 senilai Rp 10,7 miliar lebih.

Ke lima terdakwa melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau suatu korporasi dengan menyalahgunakan kewenangannya. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 yang diubah menjadi UU nomor 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Sementara itu anehnya kata dia Bupati Simeulue Erli Hasim yang begitu besar kepedulian nya terhadap para terdakwa kasus korupsi dengan salah satu bukti telah mengembalikan uang cash Rp 1,4 Miliar kepada penyidik dari total Rp 5,7 Milliar kerugian negara itu.

BACA JUGA :   Polres Metro Bekasi Kota, Akan Putar Balik Pemudik Yang Lintasi Kota Bekasi

Bupati tidak memberikan perhatian yang sama apalagi pembelaan terhadap warga Simeulue lainnya yang tersandung perkara bahkan bukan karena korupsi.

Contoh kasus kecil diantaranya kata Ketua Laskar perwakilan Simeulue ini, sebagaimana diketahui publik ada lima Nelayan Simeulue yang baru baru ini sebagai mana juga telah di berita kan media bahwa lima Nelayan jadi tersangka dan di tahan Polres Simeulue selama lebih 3 bulan dan bukan kasus korupsi tapi tidak pernah mendapat kan pembelaan dari Bupati Simeulue padahal para tersangka membela kelestarian laut.

Untuk itu dalam hal ini sikap Bupati Simeulue yang memberikan pemberlakuan luar biasa istimewa berupa pembelaan dan lain lain pada Lima terdakwa kasus dugaan korupsi dana pemeliharaan jalan dan jembatan sementara tidak kepada lima Nelayan serta warga Simeulue lainnya menjadi tanda tanya besar kemudian Laskar menghimbau pada semua pihak agar hal ini diawasi sehingga semua menjadi terang benderang.

Bisa jadi ada yang diselamatkan dalam pengungkapan kasus dugaan korupsi pemeliharaan jalan dan jembatan di dinas PUPR Simeulue tahun anggaran 2017 itu. rIlis dari Laskar Simeulue, tutup Hendra. (*)

UPDATE CORONA