IKLAN YARA

Kepala desa Asal Aceh Tenggara mau Bimtek ke Lombok NTB Terlantar di Kuala Namu Deliserdang Sumatra Utara

oleh -333.489 views
UPDATE CORONA

Medan I Mediarealitas.com – Kepala desa Asal Aceh Tenggara mau Bimtek ke Lombok NTB Terlantar di Kuala Namu Deliserdang Sumatra Utara.

Ratusan Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Kute (BPK) asal Aceh Tenggara diduga telantar di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (22/3/2021) Pagi.

Para kepala desa dan BPK ini hendak berangkat Bimbingan dan Teknis (Bimtek) Ke Lombok.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh Tenggara (Agara), Nawi Sekedang, kepada Wartawan di Medan Senin (22/3/2021) membenarkan para Kepala Desa (Kades) dan BPK asal Aceh Tenggara telantar di Bandara Internaisonal Kualanamu, Sumatera Utara, ujar nya.

Lebih lanjut sijelaskan Nawi Sekedang, seharusnya peserta bimtek yang terdiri dari Kepala Desa dan Pengurus BPK setiap desanya dua orang dengan jumlah seluruhnya 650 orang hari ini sudah berangkat naik pesawat tujuan ke Lombok, Provinsi NTB, ujar nya.

Disebutkan, jadwal yang tersusun pada hari ini pukul 05.00 WIB pagi yang berangkat 140 peserta yang dikoordinir Ilham.

Lebih dilanjut dikatakan nya Keberangkatan pukul 7.30 WIB sebanyak 120 peserta yang dikoordinir Suharto. Jam 7.30 peserta 120 dikoordinir Adimin.

BACA JUGA :   Diduga Tempat Pesta Gay, Warga Gerebek Kafe Wow di Kalibata

Keberangkatan pukul 13.00 WIB sebanyak 140 peserta yang dikoordinir Haerul.

Keberangkatan pukul 14.00 WIB sebanyak 140 peserta di koordinir Rasidun SKD.

Namun, dirinya mendapat laporan peserta belum berangkat.

Menurut Nawi, para peserta bimtek ini telantar dan harus bertanggungjawab dan segala biaya yang dikeluarkan selama berada di Bandara Kualanamo Medan harus ditanggung dari pihak panitia.

Menurut dia, kegiatan Bimtek diikuti sebanyak 325 desa dari 16 Kecamatan di Aceh Tenggara dan dua orang setiap desanya.

Anggaran untuk bimtek pengembangan wisata desa sebesar Rp 30 juta/desa.

Tujuan kegiatan ini, agar bisa mengembangkan obyek wisata di desa masing-masing sebagai omset di desa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Saya merasa kecewa para peserta sampai telantar. Ini memalukan,” ujar Nawi Sekedang.

Terkait hal itu, salah Seorang yang ikut rombongan Bimtek Ke Lombok, mengaku, mereka masih berada di Bandara Kualanamu dan belum berangkat hari ini.

“Alasannya, lagi tidak ada pesawat, karena banyak peserta yang hendak berangkat ke lombok, jadi pesawat tidak muat apabila berangkat sekaligus.

Makanya mereka dijadwalkan akan terbang ke lombok pada Selasa (23/3/2021),ujar nya.(*)