Kemendikbud Tahun Ajaran Baru Sekolah Bakal Tatap Muka?

oleh -140.489 views
Kemendikbud
Kemendikbud Nadiem Makarim

IDUL FITRI

Jakarta I Mediarealitas.comKementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dipimpin Menteri Nadiem Makarim dikabarkan belum memutuskan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru menggunakan metode PTM atau kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ).

REALITAS TV

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Sutanto.

Sebenarnya seluruh kegiatan belajar mengajar diatur dalam SKB4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Namun Sutanto menjelaskan ada kemungkinan SKB tersebut akan direvisi saat tahun ajaran baru nanti.

“Saya dengar katanya SKB akan direvisi lagi untuk menyambut tahun ajaran baru itu.

Untuk saat ini kan kita regulasi nya SKB 4 menteri jadi yang menentukan itu PAUD-SD-SMA sama Kabupaten/Kota dan SMA sama Provinsi (yang putuskan),” kata Sutanto dilansir Detikcom, dikutip Sabtu (13/3/2021).

Di sisi lain, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim mengatakan target bisa kembali melaksanakan PTM merupakan hal yang sulit. Hal ini berdasarkan vaksinasi yang dianggap dapat membantu pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru dilakukan agak terlambat.

Keterlambatan vaksinasi terjadi di sejumlah daerah Indonesia misalnya di Jakarta, Sulawesi Selatan dan Batam. Dia kembali mempertanyakan kesiapan untuk bisa memenuhi target tersebut.

“Selain itu [vaksinasi] agak lambat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Batam sebagian belum. Jadi melihat pada vaksinasi tadi apakah bisa pemerintah memenuhi target vaksinasi sampai 5 juta tenaga pendidik sampai Juni? Kalau belum agak susah buka (PTM) di Juli,” ungkapnya.

Orang tua, terutama di kota besar, juga masih khawatir anak-anaknya melakukan kegiatan belajar-mengajar secara langsung. Sebab para peserta didik rentan tertular karena hingga saat ini belum mendapatkan vaksin.

UPDATE CORONA