24.000 Orang Tertipu Arisan Bodong di Riau, Kerugian Rp 21 Miliar

oleh -87.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Mediarealitas.com – Sebanyak 24 ribu orang tertipu arisan bodong di Indragiri Hulu (Inhu) Riau membuat gempar. Total kerugian dari arisan dan investasi bodong itu diperkirakan mencapai Rp 21 miliar.

Kasus ini terbongkar saat salah satu korban yang menjadi nasabah melapor ke polisi. Kapolres Inhu AKBP Afrizal mengatakan korban yang menjadi nasabah itu menyetor uang ratusan juta, namun tidak dapat keuntungan.

REALITAS TV

“Awal November 2020 lalu, seorang korban mendapat kabar ada investasi sembako di wilayahnya dari pelaku FS (26). Katanya itu ada keuntungan besar,” kata Afrizal kepada awak media, Rabu (10/3/2021).

BACA JUGA :   SPI Gandeng LSM Untuk Laporkan Dinas PERKIM

Mendangar tawaran itu, korban tergiur ikut dan berinvestasi senilai Rp 150 juta. Dari investasi itu, pelaku telah mencairkan tahap awal Rp 180 juta.

Usai investasi pertama cair, pelaku kembali menawarkan investasi emas dan uang tunai dengan keuntungan yang lebih besar. Terlebih jika korban mengajak orang lain untuk bergabung.

“Korban kemudian mengajak keluarga dan orang lain untuk berinvestasi. Totalnya Rp 1,5 miliar tahap pertama dan terus terjadi penambahan,” katanya.

BACA JUGA :   Polri dan Interpol Buru Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

Namun mirisnya, setelah uang disetor, korban tidak mendapat keuntungan dari investasi itu. Dari pelaku, korban hanya dijanjikan keuntungan yang akan segera dibayarkan.

“Pelaku FS ini hanya mengiming-imingi akan ada pencairan. Karena tidak ada kejelasan, korban khawatir dan melaporkan ke polres,” katanya.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata ada 31 jenis investasi dan arisan lewat program yang beragam. Di antaranya investasi dan arisan jenis sembako, uang, emas, hingga sepeda motor.

“Total seluruh peserta ada 24.382 orang dengan nilai kerugian Rp 21 miliar lebih dan saat ini sedang didalami,” kata Efrizal.

BACA JUGA :   Pendidikan Pancasila Diminta Kembali Dihadirkan di Kurikulum

Uang-uang yang diterima pelaku FS, kata Kapolres, disetorkan lewat beberapa orang. Nilai kerugian bervariasi mulai ratusan ribu hingga ratusan juta.

Atas perbuatannya, pelaku kini dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Selain FS, polisi tengah memburu keterlibatan pihak lain yang ikut dalam jaringan tersebut.

UPDATE CORONA