Rehabilitasi Sosial Implementasi Resolusi Pemasyarakatan

oleh -96.489 views
Rehabilitasi

IDUL FITRI

Garut I Realitas – Lembaga Pemasyarakatan Garut melaksanakan kegiatan pembukaan Rehabilitasi Sosial bagi narapidana yang tersangkut kasus narkotika, Rabu 17 Februari 2021.

Acara dihadiri langsung oleh Kepala BNN, Kepala Kejaksaan, Kapolres, Karutan, Kabapas, serta Dinas terkait, seperti: Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten. Garut.

REALITAS TV

Sebelumnya dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Kalapas dengan Kepala BNN Kabupaten. Garut dan Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivis, selaku Konselor.

Dalam sambutannya Kepala BNNK (AKBP Irzan) menyampaikan apresiasi kepada Lapas Garut karena dapat menyelenggarakan Program Rehabilitasi Sosial bagi narapidana.

BACA JUGA :   Kapolri Intruksikan Seluruh Kapolda Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

BNN sebagai Leading Sector Penanganan Permasalahan Narkoba di Indonesia akan mendukung penuh Program Rehabilitasi baik Medis maupun Sosial yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Kalapas Garut (RM. Kristyo Nugroho) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Rehabilitasi Sosial ini merupakan kelanjutan dari Resolusi Pemasyarakatan yang di canangkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2020.

Resolusi Pemasyarakatan memuat 15 poin, yang semuanya memiliki target besar bagi Pemasyarakatan di Indonesia.

Dari 15 poin itu, dua diantaranya berkaitan dengan Penanganan Permasalahan Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), yaitu : Pemberian Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial.

BACA JUGA :   Kepala BNPB Instruksikan 6 Strategi Penanggulangan Lonjakan Covid-19

Lebih lanjut Kalapas menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya Program Rehabilitasi Sosial ini, diharapkan dapat merubah perilaku narapidana dari perilaku Adiktif (ketergantungan obat terlarang), menjadi perilaku yang Adaptif (mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan/kebiasaan baru yang positif, serta memiliki kesadaran diri dan memulihkan perilaku hidup yang lebih bertanggung jawab akan masa depan.

Residen (istilah, untuk peserta Rehab) yang berjumlah 120 warga binaan, akan diberikan bekal pelatihan dan keterampulan agar nantinya setelah bebas, mereka benar2 dapat menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi lagi perbuatan yang melanggar hukum, serta dapat turut berperan aktif dalam pembangunan.

BACA JUGA :   LPLA: Penetapan Pemenang Gedung Puskesmas Rp 5.8 M Menyalahi Aturan

Kepala Lapas Garut juga berkomitmen akan terus Bersinergi, Koordinasi dan Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (BNN, Kepolisian dan Kejaksaan), khususnya dalam upaya “Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika” di wilayah Kabupaten Garut.

Selama pelaksanaan kegiatan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19. (Deddy Karim/Humas Lapas Garut)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas