Ketua YLBHIM Aceh, Minta Kemenkumham RI dan Kanwil Kumham Aceh Copot Kalapas Klas IIA Lhokseumawe

oleh -574.489 views
Ketua YLBHIM Aceh
Ketua YLBHIM Aceh, Muhammad Nazar, dan Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat  H M Ali Abusyah atau yang disapa Abu Alex/Foto/Ist/mediarealitas.com

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Ketua YLBHIM Aceh, Minta Kemenkumham RI dan Kanwil Kumham Aceh Copot Kalapas Klas IIA Lhokseumawe, kamar mewah peredaran Narkoba sampai penggunaan Hp didalam Lapas.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda (YLBHIM) Aceh, Muhammad Nazar, minta pihak kemenkumham RI dan Kanwil Kemenkumham Aceh agar segera copot Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe yang sudah menjadi Kalapas hampir 3 tahun lebih.

REALITAS TV

Ketegasan pihak Kemenkumham RI dan Kakanwil Kumham Aceh, agar tidak ada lagi  Kalapas dan Karutan yang ber main-main dilapamgan, seperti kasus yang terjadi di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe Aceh.

Lihat Video di atas : Kamar mewah di Lapas Kls IIA Lhokseumawe, yang selama ini di huni oleh oknum toke sabu yang kantong tebal sudah dibongkar secara diam diam.

Tidak tanggung tanggung kasus ini terjadi di saat Covid-19 melanda Indonesia, dalam Lapas ada kamarmewah, peredaran Narkotika sampai bebes penggunaan Hp, ujar Muhammad Nazar, didampingi Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat  H M Ali Abusyah atau yang disapa Abu Alex  kepada Media Realitas  ini Sabtu (20/2/2021).

Kasus kamar bertarif tinggi untuk  Napi Berkantong Tebal, harus segera di usut tidak tertutup kemungkinan di Lapas atau Rutan lain juga ada di Aceh,  sebut Abu Alex.

Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19. Lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan), menjadi tempat yang sulit terpantau dan tidak bisa dikunjungi keluarga narapidana atau warga binaan, dan kondisi ini sangat tertutup bagi masyarakat di luar.

Diduga,  di Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe. Berhembus kabar, di sana terjadi praktik bisnis penginapan (ruang tahanan) istimewa, bagi Napi yang berkantong tebal, dan kita minta Kakanwil Kumham Aceh segera bertindak juga tidak cukup dengan mengirim tim kelapangan, ujar nya lagi.

BACA JUGA :   TNI Berikan Motivasi Pada Calon Komcad

Fakta inlah yang kemudian terkesan sangat bertolak belakang dengan pernyataan Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, yang telah menandatangani Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju; Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (18/2/2021), di Lapas Lhokseumawe.

Memang, selama pandemi, berlaku aturan yang melarang keluarga napi menjenguk warga binaan, ujar Abu Alex lagi.

Begitupun, ibarat menyimpan bangkai, bau busuk akhirnya menebar kemana-mana dan tercium juga, ini realita yang terjadi selama ini, kita juga masyarakat tau kasus penangkapan 343 kg sabu juga melibatkan seorang napi kelas kakap yang sedang menjalani hukuman di Lapas Lhokseumawe, yang saat di tangkap oleh tim Polda Aceh, sebut Muhammad Nazar.

Kalau lah benar terjadi didalam sel itu tampak ranjang tidur yang empuk, dilengkapi barang elektronik jenis TV, rice cooker, dispencer, kipas angin, juga pendingin (AC)  dan lainnya, berarti memang Kalapas yang sediakan bukan napi tidak mungkin napi boyongkan alat elektronik kedalam kamar, dan penggunaan akat komunikasi memang dibiarkan beredar didalam Lapas.

Abu Alex juga menyebutkan, informasi lainnya menyebutkan juga,  pengendali 350 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan Polres Bireuen beberapa pekan lalu yakni MA, merupakan napi Lapas Lhokseumawe yang menghuni sel mewah tersebut.

MA juga merenovasi dan membangun sel sesuai keinginannya, apakah pihak Kalapas tidak mengetahui sangat tidak mungkin.

Berbagai kasus yang terjadi di  Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe, pasti mendapat ìzin dari Kalapas karena yang berkuasa di Lapas adalah kepala Lapas, ujar Abu Alex.

Sayangnya Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, menandatangani Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju; Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis lalu belum bisa dipercaya dengan munculnya beberapa persualan di Lapas itu, ujar Abu  Alex.

BACA JUGA :   Polda Bali Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Kapolda: Wujud Kemanunggalan Polri dengan Rakyat

Kasus ini bukan hanya menjadi, kapan saja pihak Kemenkumham RI, yang pengawasan Internal dibawah Dirjenpas atau Kakanwil Kemenkumham Aceh, kita minta segera copot pihak pihak yang terlibat di Lapas Lhokseumawe.

Seperti kita ketahui  Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 353 Kg narkotika jenis sabu yang diduga merupakan jaringan internasional Timur Tengah-Malaysia di Aceh, pekan lalu.

Pengungkapan ini bermula ketika kepolisian mendapat informasi akan ada penyelundupan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia menuju Aceh.

Berdasarkan informasi masyarakat diperoleh info intelijen akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar (ratusan kg) dengan menggunakan kapal ikan melalui jalur laut dari Malaysia menuju perairan Bireuen, Aceh, ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar melalui keterangan tertulis, kepada Wartawan Kamis (11/2/2021).

Setelah mendapat informasi tersebut, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Aceh, dan Polres Bireuen. Tim gabungan ini melakukan proses penyelidikan selama satu bulan.

Selanjutnya, pada Rabu (27/1) sekitar pukul 06.00 WIB, tim melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai sebagai tempat pendaratan kapal di Pelabuhan Rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh. Ketika kapal akan memasuki kuala, para pelaku kabur dengan cara melompat dan berenang melarikan diri.

Meski begitu, petugas kepolisian berhasil menangkap mereka. 3 orang ditangkap dalam peristiwa itu. Mereka yang ditangkap adalah KM (37) sebagai orang kapal, MD (23) sebagai kapten kapal, ES (35) sebagai pengendali, ujarnya.

“Anggota tim menemukan banyak karung yang berisi narkotika jenis Sabu yang dikemas dalam 343 kotak Tupperware, alat komunikasi HP satelit, 3 unit HP GSM, dokumen kapal, dan 1 unit kapal ikan Tuah Sampurna, ujar Krisno.

Selanjutnya tim gabungan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan para tersangka yang melarikan diri tersebut,” tambahnya.

BACA JUGA :   Medco Komitmen Dukung Industri Domestik di Aceh

Kemudian, penangkapan tersebut dikembangkan. Tim gabungan berhasil mengamankan MA (36) yang diduga berperan sebagai pengendali. MA merupakan napi di Lapas Lhokseumawe.

Tim gabungan kemudian juga berhasil menangkap beberapa pelaku lainnya yang berperan sebagai penerima di Desa Blang Mee, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen dan Desa Meusanah Tambo, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen pada Selasa (2/2/2021). Para penerima tersebut berinisial SI (50), SN (53), KR (23), IZ (40), MR (25), SY (63), dan SB (41).

Dari ketujuh tersangka itu, polisi menyita 120,96 gram sabu, 1 neraca digital merk Scale, 1 unit HP merk Nokia warna putih, 6,66 kg sabu, 1 unit HP merk Xiaomi, dan 1 unit becak motor.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Krisno menyebut potensi warga yang terselamatkan sebanyak 1.765.000 jiwa.

Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Aceh Heni Yuwono, Bc Ip,S.sos,.M.Si, kepada Media Realitas Sabtu (20/2/2021) menyebutkan, kita akan segera tindak lanjuti info tersebut, ujar nya.

Heni juga menyebutkan langkah Kanwil memerintahkan divisi pemasyarakatan untuk melakukan lidik dan investigasi, mengoperasionalkan tim satuan operasional (satoptanal) yang baru kita kukuhkan di tingkat kanwil maupun lapas rutan untuk melakukan operasi penertiban, ujarnya lagi.

Kita pada prinsipnya sesuai peraturan, SOP dan protap di Lapas/ rutan semua hak dan kewajiban WBP sama, termasuk fasilitas untuk mereka, dan apa bila ada pelanggaran tentu akan di tindak , ujar Heni lagi.

Tetap kita tindak kalau ada perlanggaran tidak sesuai dengan SOP di Lapas, tutup Heni. (H A Muthallib)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas