Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Mutasi Jabatan di Lingkungan Polri, Irjen Panca Putra Sebagai Kapoldasu

oleh -147.489 views
Kapolri
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mutasi jabatan di lingkungan Polri, Irjen Panca Putra sebagai Kapoldasu.

Dikitnya ada 25 perwira tinggi dan perwira menengah yang dimutasi dalam jabatan baru oleh Kapolri.

REALITAS TV

Keputusan Kapolri itu ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/318/II/KEP/2021 tertanggal 18 Februari 2021. Surat tersebut ditandatangani As SDM Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

Beberapa perwira yang dimutasi dalam jabatan baru, antara lain Komjen Agus Andrianto menjadi Kabareskrim, Mabes Polri. Kemudian, Komjen Arief Sulistyanto menjadi Kabaharkam.

Ada pula Irjen Nana Sudjana diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Utara dan Irjen Panca Putra menjadi Kapolda Sumatera Utara.

Berikut 25 nama perwira yang dimutasi, semenjak menjadi Kapolri yang baru:

1. Komjen Agus Andrianto sebagai Kabareskrim Polri

2. Komjen Arief Sulistyanto sebagai Kabaharkam Polri

3. Komjen Rycko Amelza Dahniel sebagai Kalemdiklat Polri

4. Irjen Paulus Waterpau sebagai Kabaintelkam Polri

5. Brigjen Pol Mathius D Fakhiri sebagai Kapolda Papua

6. Kombes Eko Rudi Sudarto sebagai Wakapolda Papua

7. Irjen Panca Putra sebagai Kapolda Sumut

8. Irjen Nana Sujana sebagai Kapolda Sulut

9. Irjen Martuani Sormin sebagai Koorsahli Kapolri

10. Irjen Purwadi Arianto sebagai Pati Lemdiklat Polri (persiapan penugasan luar struktur

11. Irjen Hendro Sugiatno sebagai Kapolda Lampung

12. Irjen Wahyu Hadiningrat sebagai Arsena Kapolri

13. Brigjen Pol Syahardiantono sebagai Wakabareskrim Polri

14. Kombes Pipit Rismanto sebagai Dirtipidter Bareskrim Polri

BACA JUGA :   Polda Banten Ungkap Pelaku Home Industri Tembakau Sintetis

15. Kombes Abdul Karim sebagai Wadirtipidter Bareskrim Polri

16. Kombes Cahyono Wibowo sebagai Wadirtipidkor Bareskrim Polri

17. Irjen Yakobus Marjuki sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri

18. Irjen Fiandar sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri

19. Brigjen Pol Suryanbodo Asmoro sebagai Kadivkum Polri

20. Brigjen Pol Ida Oetaro Poernamasari sebagai Wakapolda Kalteng

21. Brigjen Pol Roycke Harry Langie sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri

22. Brigjen Pol I Ketut Suardana sebagai Wakapolda Bali

23. Kombes M Mustaqim sebagai Karorenmin Itwasum Polri

24. AKBP Ahrie Sonta Nasution sebagai Sekpri Kapolri Spripim Polri

25. AKBP Putu Kholis Aryana sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya.

Sementara itu Ketua IPW Neta S Pane, menilai mutasi pertama Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dikeluarkan pada Kamis siang kemarin, Ind Police Watch (IPW) menilai ada enam hal strategis dalam dinamika Polri ke depan.

Pertama, dalam mutasi ini terlihat bahwa Sigit makin mengukuhkan kekuatan Geng Solo di tubuh Polri.

Orang orang “dekat” Jokowi makin memperkuat posisinya di tubuh kepolisian. Setelah menjadi Kapolri, saat ini orang dekat keluarga Jokowi dipercaya memegang posisi Kabareskrim, ujar Neta S Pane kepada Media Jumat (19/2/2021).

Lebih lanjut Neta S Pane menyabutkan kita yakin Yakni Komjen Agus digeser dari Kabaharkam ke kabareskrim.

Bukan hanya itu, Irjen Nana yang pernah terdepak sbg Kapolda metro jaya di era kapolri Idham Azis, kini kembali mendapat posisi Kapolda Sulut, ujar nya.

BACA JUGA :   Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur Adakan Latihan Menembak

Ini agak aneh, sebab posisi Nana turun “drajat”, dari Kapolda metro jaya menjadi Kapolda Sulut.

Kedua, dalam mutasi ini, “orang orang BG” belum terlihat bergerak masuk ke dalam posisi strategis di era Sigit.

Ketiga, begitu juga orang orang Idham Azis dan Tito, dalam mutasi Kamis kemarin (18/2/2021) ini masih bertahan di posisi semula. Belum bergeser ke posisi strategis atau terdepak dari posisinya.

Keempat, Yang menarik dalam mutasi pertama kapolri Sigit ini, posisi Sestama Lemhanas masih dibiarkan kosong. Sepertinya Sigit masih mencari figur tepat yg akan digeser kesana. Apakah Geng Solo akan masuk kesana kita tunggu.

Kelima, ketua tim pembuat naskah uji kepatutan kapolri Sigit di komisi III yakni Irjen Wahyu Widada masih belum mendapat tempat.

Ia belum bergeser dari posisinya sebagai Kapolda Aceh. Belum jelas, kenapa Wahyu belum mendapat tempat, sementara cukup banyak figur figur yang “tak berkeringat” dlm suksesi kapolri Sigit, dlm mutasi ini sudah mendapat tempat strategis.

Keenam, mutasi pertama kapolri Sigit ini berhasil mereposisi Kabaintelkam, yangg semula dipegang mantan ajudan presiden SBY, Komjen Rycko diserahkan kepada Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau dan baru kali ini putra Papua mendapat bintang tiga di Polri.

Terjadinya kerumunan massa dalam kepulangan Habib Riziq maupun kasus penembakan laskar FPI di Tol Cikampek tak terlepas dari kelemahan deteksi dini dan antisipasi Baintelkam, sehingga reposisi di Baintelkam polri menjadi sebuah kewajaran dilakukan.

BACA JUGA :   Kadiskes Simeulue Bantah Pernyataan LPLA Soal Penetepan Pemenang Tender Menyalahi Aturan

IPW menilai, kapolri Sigit sangat sulit untuk melakukan mutasi maksimal di tubuh Polri, terutama dalam mencapai konsep Presisi yang dicanangkannya saat uji kepatutan di DPR. Sebab gerbong mutasi yang bisa dilakukan Sigit hanya sebatas pada bintang dua ke bawah.

Sedangkan mutasi di posisi bintang tiga hanya ada dua tempat yang kosong, yakni Kabareskrim dan Sestama Lemhanas. Selebihnya, Posisi lainnya masih dijabat oleh jenderal bintang tiga yang masa dinasnya masih lama, yakni dua tahun lagi.

Sehingga perputaran mutasi dari bintang dua ke posisi bintang tiga sangat terbatas dan cenderung stagnan hingga dua tahun ke depan.

Kondisi ini tentunya membuat kapolri Sigit kesulitan dlm menggerakkan gerbong mutasi dengan maksimal dan dampaknya organisasi Polri akan stagnan hingga dua tahun ke depan, apalagi Sigit sendiri baru pensiun di thn 2027. Bagaimana pun ini menjadi dilema dalam dinamika polri ke depan.

Di sisi lain, sebagai Kabareskrim baru tugas Komjen Agus tak kalah cukup berat karena masalah dlm dinamika masyarakat setahun setelah pandemi Covid cukup berat.

Kebangkrutan sosial, PHK, pengangguran menganga di depan mata yang otomatis akan memicu angka kriminalitas. Di sisi lain wabah narkoba sudah merebak kemana mana, termasuk ke internal polri, tutup Neta S Pane. (H A Muthallib)

UPDATE CORONA