Dosen Komunikasi Unida Banda Aceh Dr. H Boestamam Aly : Terima Anugerah Wartawan Berpengabdian Sepanjang Masa Dari PWI Aceh Pada HPN ke 75

oleh -151.489 views
Banda Aceh
Dosen jurusan Komunikasi Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh, Dr. H Boestamam Aly, M.Pd,

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Dosen jurusan Komunikasi Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh, Dr. H Boestamam Aly, M.Pd, menerima Anugerah Wartawan Berpengabdian Sepanjang Masa, pada Hari Pers Nasional (HPN) ke 75 tahun 2021, dari PWI Aceh, di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Senin (8/2/2021) malam

Penyerahan anugerah tersebut di serahkan langsung oleh Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, SE, M.Si, atas pengabdiannya sebagai insan pers yang telah berkiprah dalam pengabdiannya sepanjang masa.

REALITAS TV

Acara tersebut dihadiri Gubernur Aceh, diwakili Sekda Aceh Taqwallah, pejabat SKPA , Forkopimda, para wartawan serta sejumlah para tamu undangan lainnya.

Selanjutnya, Anugerah wartawan pengabdian sepanjang masa ini selain diterima Dr. Bustaman Aly, M.Pd, juga diterima oleh sejumlah tokoh pers, lainnya seperti Alm H Harun Keuchik Leumik, Samsul Kahar, serta para sahabat PWI Aceh.

BACA JUGA :   Operasi Yustisi Tidak Pakai Masker Puluhan Warga Terjaring

“Saya merasakan suatu kebanggaan memperoleh anugerah ini, karena ini merupakan sebuah penghargaan,” ujarnya.

Ia menekankan kepada para jurnalis muda untuk terus mengabdi terhadap dunia kewartawanan, karena profesi ini merupakan profesi harapan masyarakat sebagai pilar keempat dari demokrasi.

“Pers bebas dan bertanggungjawab ini secara rutin harus kontinu dilaksanakan. Jangan sampai kita kehilangan marwah sebagai insan pers terutama di daerah Aceh yang sangat kita cintai ini,” tukasnya.

Selanjutnya, Boestamam Aly, juga menyebutkan bahwa sampai kapanpun dunia pers sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Dikatakannya secara profesi, pers memiliki undang undang hak kontrol, hak melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah dan masyarakat. Artinya, pilar ini harus benar benar dijaga dan dipertahankan.

BACA JUGA :   Ketua Komisi VI DPRA : Sudah Seharusnyalah Pendidikan di Aceh Terbaik

“Siapa yang mempertahankan ini, adalah pers itu sendiri,” katanya.

Oleh kerena itu, sebut wakil rektor bidang kemahasiswaan Unida ini, pers harus bisa menjaga harkat dan martabatnya sehingga senantiasa dan dipercaya selamanya oleh masyarakat.

Karena menurutnya, kehadiran pers selalu menjadi sebuah harapan dan dambaan bagi masyarakat, kapan dan dimanapun.

Ia juga mengatakan bahwa profesionalisme yang dimiliki pers belum tentu dimiliki lembaga lembaga lainnya, dan hal ini sekuatnya harus terus dapat kita pertahankan karena ini merupakan profesi kebanggaan kita semua.

“Pers kedepan, dituntut lebih profesional dan memiliki wawasan, pengetahuan, dan pendidikan seluas luasnya,” terang Boestamam.

BACA JUGA :   Ditlantas Polda Metro Dirikan Lima Posko PPKM di Zona Merah

Menurutnya, di era sekarang ini telah banyak terjadinya pergeseran, untuk itu intelektualitas tentang pers atau jurnalistik harus bisa lebih dikedepankan dengan cara cara yang proporsional, profesional dan berkualitas.

“Pekerja pers dimasa masa yang akan datang dan seterusnya semakin banyak memiliki tantangan dan rintangan serta persaingan.

Apalagi fenomena sekarang ini kian waktu terus diselimuti oleh perkembangan digital atau cyber serta berbagai teknologi yang mampu memberikan pencerahan terhadap masyarakat.

“Untuk itu, pers dituntut semakin lebih cerdas dan memiliki sumber daya manusia yang lebih berkualitas,” pungkas, penerima Press Card Number One (Kartu Pers Nomor Satu) ini, pada HPN tahun 2012, lalu dari PWI Pusat, di Jakarta. (Acehinspiras/Read) 

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas