Akibat Banjir dan luapan Sungai Ciliwung, Puluhan Warga Pejaten Timur Mengungsi

oleh -100.489 views
Puluhan warga Pejaten Timur, Jakarta Selatan mengungsi akibat banjir. Ilustrasi (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta menginformasikan sebagian warga Kelurahan Pejaten Timur, Kota Jakarta Selatan, telah mengungsi ke posko pengungsian akibatbanjir karenahujan dan luapan Sungai Ciliwung, dilansir dari republika.co.id Senin (8/2/2021).

“Pagi ini sudah 28 jiwa dievakuasi oleh personel Damkar DKI dari Sektor IX Pasar Minggu. Dengan rincian 20 orang dewasa, 7 anak-anak dan satu balita,” demikian keterangan Damkar DKI Jakarta melalui akun instagram resminya @humasjakfire dilansir di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Petugas Damkar mulai mengevakuasi warga pukul 03.00 WIB siring meningkatkan genangan banjir di wilayah Pejaten Timur akibat luapan Sungai Cilwiung.

Warga yang semula bertahan di rumahnya diungsikan sementara di Masjid Al Makmur, Gang Buntu, RT 17/RW 07.

BACA JUGA :   Berantas Narkoba, Polisi Berhasil Tangkap 2 Tersangka Pemilik 3 Kg Ganja Kering

Hingga kini personel penyelamatan Damkar masih bersiaga di lokasi dan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk segera mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengimbau masyarakat di bantaran sungai untuk waspada banjir karena status Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat waspada atau Siaga III banjir pada pukul 04.00 WIB.

Sejak Minggu (7/2) tinggi muka air di Bendung Katulampa telah berstatus Siaga III. Hal ini berdampak bagi warga wilayah hilir.

BACA JUGA :   Musisi Erdian Anji Beli Ganja di Situs di Luar Negeri

Salah satu wilayah terdampak di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, air menggenang pemukiman sejak pukul 13.00 WIB dengan ketinggian mulai 150 cm sampai 170 cm di tujuh RW. Tercatat 215 kepala keluarga terdampak banjir. (*)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas