LBH Medan Surati Menkopolhukam dan Kapolri Terkait Kasus Kematian Dua Tahanan Polsek Sunggal

oleh -240.489 views

IDUL FITRI

Medan I Realitas – LBH Medan menyurati Menkopolhukam dan Kapolri terkait kematian kasus kematian dua tahanan Polsek Sunggal Rudi Efendi (40) dan Joko Dedi Kurniawan (36).

Dalam surat No: 06/LBH/PP/1/2021 tanggal 8 Junuari perihal pengaduan dan permohonan untuk dilakukan ekshumasi yang ditujukan kepada Menkopolhukam, Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Komnas HAM, Ombudsman RI, dan Amnesti Internasional.

REALITAS TV

Wakil Ketua LBH Medan, Irvan Syahputra menyebutkan bahwa sebagai kuasa hukum dari Sunarseh (34) istri dari almarhum Joko Dedi Kurniawan pihaknya menduga proses terlalu lama yang dilakukan pihak Polda Sumut.

BACA JUGA :   Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa, Polda Aceh Akan Tetapkan Tersangka

Pihaknya juga meminta untuk dilakukan ekshumasi terhadap kedua almarhum tahanan yang meninggal.

“Inti surat itu kita mengadukan pihak Polda yang diduga lama dalam melakukan penyelidikanya dan miminta segera dilakukan ekhumasi,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Ekshumasi adalah penggalian kubur kadang kala di lakukan, karena kecurigaan terhadap Kematian seseorang mungkin baru timbul setelah penguburan dilaksanakan, atau memang sengaja dilakukan penguburan untuk menghilangkan jejak kejahatan. (Ilmu kedokteran forensik UI).

Irvan menyebutkan bahwa kasus ini sudah berlalu 3 bulan namun masih berjalan lambat. Dan minta agar pihak kepolisian segera melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian kedua tahanan tersebut.

BACA JUGA :   Forum OKP Akan Deklarasi Bamsoet Jadi Capres 2024

“Lebih kurang 3 bulan kita tangani. Harapanya segera dilakukan ekshumasi dan penyidikan guna mengetahui penyebab kematianya dan jika benar karena penganiayan maka orangnya yang menganiayanya ditindak dengan seadil-adilnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Irvan menyebutkan bahwa data terakhir yang dimiliki pihaknya bahwa satu bulan lalu masih dalam pemeriksaan saksi-saksi.

“Sekitar 1 bulan lalu dilakukan pemeriksaan saksi-saksi oleh Krimum Polda,” tuturnya

BACA JUGA :   Hukum Internasional Tolak Separatisme, Papua NKRI Final

Sebelumnya diketahui dua tahanan tersebut, Rudi Efendi (40) warga Jalan Laudendang, Percut Sei Tuan, meninggal 26 September 2020. Dan Joko Dedi Kurniawan (36) warga Pasar II, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, meninggal 2 Oktober 2020.

Sebelumnya, Berdasarkan laporan keluarga tersangka kepada pihak LBH Medan, ditemukan kejanggalan terhadap kematian dua tahanan tersebut, karena ada luka di kepala dan dada, kulit tangan terkelupas dan sekujur badan kondisi membiru. (*)

Sumber: (Trb)

UPDATE CORONA