Kadis Sosial Sergai Bedagai Kena OTT, Peras Pengusaha Penyalur Bantuan Pangan Non Tunai

oleh -138.489 views
Foto File : Kapolres Sergei Robin Simatupang rilis Kepala Dinas Sosial Ifdhal yang terjaring OTT, di Mapolres, Kabupaten Serdangbedagai,

IDUL FITRI

Serdang Bedagai I Realitas – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serdangbedagai Ifdah tertunduk lesu setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi.

Ifdah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Serdangbedagai di Rumah Makan Cindelaras, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sabtu (23/01/2021).

Dari tangan tersangka, petugas Unit Tipikor Satreskrim Polres Sergei mengamankan barang bukti uang tunai Rp 30 juta dalam bentuk uang kertas pecahan Rp 100 ribu.

BACA JUGA :   Koramil Senaning Bersama Instansi Terkait Gelar Simulasi Karhutla

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata menjelaskan, sebelumnya tersangka diamankan dari RM Cindelaras, Kamis 21 Januari 2021 sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dari tersangka turut disita barang bukti uang tunai Rp 30 juta dan sebuah telepon seluler sebagai sarana komunikasi dengan korban,” kata dia, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, modus tersangka melakukan korupsi dengan cara mengintimidasi atau menakut-nakuti para pemilik e-warung sebagai distributor program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), sehingga pemilik e-warung menjadi takut apabila tidak dilibatkan sebagai distributor atau suplier.

BACA JUGA :   Babinsa Manahan melaksanakan Kegiatan PPKM di Pasar Burung Depok

“Kadis Sosial menakut – nakutin korban agar tidak diganti sebagai suplier dan distributor. Dan perbuatan tersangka sudah berulang kali dilakukan, persisnya sejak tahun 2020-2021. Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya tindak pidana yang dilakukan dapat diungkap,” ujar kapolres.

BACA JUGA :   Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pihak penyidik melakukan gelar perkara.

“Tersangka diduga mmelanggar UU Nomor 31 Tahun 1999 dan pasal 6 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” pungkas kapolres. (*)

Sumber:(Trb)

UPDATE CORONA