SPN Polda Aceh Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri

oleh -138.489 views

IDUL FITRI

Banda Aceh I  Realitas – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Selasa (17/11/20) pagi membuka pendidikan pembentukan Bintara Polri T. A 2020/2021 dalam sebuah upacara di Lapangan Tribrata SPN Polda Aceh di Seulawah, Aceh Besar.

SPN Polda Aceh dalam upacara itu akan mendidik siswa calon Bintara Polri sebanyak 322 orang dan akan mengikuti pendidikan selama 7 bulan.

Dari 322 Siswa calon Bintara Polri itu terdiri dari kiriman Polda Aceh sebanyak 252 orang dan ada yang lulus melalui jalur rekomendasi produktif sebanyak 43 orang diantaranya ada hafiz dan atlet.

Kemudian dari jumlah 322 orang calon siswa Bintara Polri itu ada kiriman dari Polda Sumatera Utara sebanyak 70 orang.

Upacara pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri T. A 2020/2021 di SPN Seulawah dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil, dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Raden Purwadi, S. H, Irwasda Kombes Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, Ka. SPN Polda Aceh, sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, sejumlah Kapolres, Wakil Bupati Pidie Jaya, Forkopimda Aceh Besar, mewakili Walikota Banda Aceh, mewakili Bupati Pidie dan sejumlah Pejabat TNI, PD. Bhayangkari serta para undangan lainnya.

BACA JUGA :   Dr Muryanto Amin Terpilih Menjadi Rektor USU 2021-2026

Upcara itu diawali laporan Perwira upacara, laporan komandan upacara, penyematan tanda siswa kepada seorang perwakilan siswa calon Bintara Polri, pembacaan amanat Kapolri, menyanyikan Mars Polri dan diakhiri dengan pembacaan do’a.

Kapolda dalam kesempatan itu diantaranya mengatakan, dalam pendidikan pembentukan Bintara Polri kali ini, belajar dilakukan dalam ruangan besar untuk menjaga protokol kesehatan.

Dan selama pendidikan juga disediakan tenaga kesehatan, tambah Kapolda.

Kemudian ada belajar dengan sistem during dengan Lemdiklat Polri, kata Kapolda.

Selanjutnya diharapkan setelah lulus pendidikan ini dapat mencetak anggota Polri yang berintegritas, unggul dan patuh terhadap hukum, sebut Kapolda lagi. (Rahmad Wahyudi)