Sorotan ke Sasa, Mahasiswi Unhas yang Orasi Pancasalah

oleh -95.489 views

IDUL FITRI

Makassar I Realitas – Sorotan ke Sasa, Mahasiswi Unhas yang Orasi Pancasalah.

Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin, Makassar, bernama Sasa hangat dibicarakan publik lantaran video viral berisi dirinya berorasi Pancasila diganti dengan ‘Pancasalah’. Orasi Sasa itu mencuat dalam momen penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker). Sasa kemudian menjadi sorotan publik lantaran orasi Pancasalah-nya tersebut.

BACA JUGA :   Pentas Seni Budaya RRI Meulaboh Tampilkan Beragam Atraksi Seni

Sasa mengaku awalnya tidak menduga videonya itu viral di media sosial pada demo tolak omnibus law yang dilakukan massa aksi dari buruh hingga mahasiswa pada 6-8 Oktober 2020. Padahal orasinya itu sudah lama dia lakukan. Namun Sasa enggan mengungkap waktu orasinya itu.

BACA JUGA :   Sumpah Pemuda Ketua KPK Firli Bahuri : Esensi, Dan Peran Pemuda Zaman Now Untuk Kemajuan Masa Depan Bangsa Dan Negara

UPDATE CORONA

“Saya tahu (viral) setelah lama saya orasi. Dari saya orasi tidak ada ji apa-apa,” kata Sasa kepada wartawan, Jumat (9/10/2020).

Dalam video berdurasi 0,92 detik tersebut, tampak Sasa mengenakan kaus hitam berorasi di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Di sekelilingnya tampak sejumlah massa lain dan kepulan asap dari ban yang dibakar di jalan. Sembari memegang pengeras suara berwarna merah, dia kemudian meneriakkan orasinya soal Pancasila yang telah terganti.

“Tendangan dibalas tendangan, darah dibalas darah, negara kita yang katanya negara Pancasila sekarang menjadi negara pancasalah, 1 ketuhanan yang maha hormat, 2 kemanusiaan yang adil bagi para birokrat, 3 persatuan para investor, 4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat penindasan dalam permusyawaratan diktatorian, 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat kelas atas,” kata Sasa dalam orasinya yang disambut tepukan tangan massa aksi.

Meski videonya viral, Sasa mengaku tidak tahu telah melakukan orasi seperti yang ada dalam video viral. Namun dia sempat heran karena foto-foto dan video dirinya saat orasi kembali ramai di media sosial saat marak demo penolakan omnibus law pada 6-8 Oktober lalu.

“Saya kira orang-orang terdekatku ji yang tahu kalau saya pernah orasi seperti itu, dan ada yang ambil gambar. Karena ini gambar tersebar jauh setelah saya orasi, kemudian saya kaget,” tuturnya.

Sasa lalu mengungkap awal mula mengetahui aksinya itu viral di media sosial.

“Saya sementara ada kesibukan, jadi jarang pegang HP. Jadi saya di kantor, banyak sekali masuk notifikasi. Malamnya saya buka, 2 hari yang like orang luar semua yang publish, bukan orang Makassar. Saya tidak tahu (kenapa begitu),” ungkapnya.

“Mungkin karena lagi momentumnya (ada demo) omnibus law dan mungkin hal-hal begini jarang mereka lihat, perempuan orasi, dan lain-lain sebagainya,” lanjutnya.

Sasa kembali menegaskan mengaku tidak malu dengan orasinya yang viral di media sosial. Namun dia mengaku risi karena banyak media yang mengungkap fakta lain soal dirinya di luar video orasinya yang viral.

“Dan menurutku saya tidak masalah (orasi viral), karena saya sudah tahu konsekuensinya, kalau saya berani bicara di depan umum, pasti bakal ada orang yang ekspose. Saya sudah tahu konsekuensinya,” jelasnya.(Dtc/Red)