Peran BPBD Kota Pekanbaru Bersama Stakeholder Sangat Diharapkan Dapat Mengendalikan Terjadinya Bencana

oleh -70.489 views

IDUL FITRI

Pekanbaru I Realitas – Memasuki musim pancaroba dengan frekuensi keadaan antara dua musim yang tidak menentu, dari hujan yang deras sehingga menimbulkan banjir ataupun kemarau yang terik yang dapat berakibatkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau khususnya di kota Pekanbaru.

BACA JUGA :   Polda Sulsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba 14,6 Kg Jaringan Internasional

Antisipasi tersebut ternyata telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Pekanbaru melalui pelaksanaan apel siaga dalam rangka bulan pengurangan resiko bencana yang dilaksanakan di lapangan terbuka di Kelurahan Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki.

BACA JUGA :   Sinergi TNI-Polri Batuwarno Kawal Penyaluran BST

Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi S.Si, Kepala BPBD Pekanbaru Zarman Chandra S.STP, M.Si, seluruh Camat dan Lurah di kota Pekanbaru, unsur TNI-Polri, jajaran Manggala Agni, personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Tokoh masyarakat, dan Tokoh Pemuda setempat.

BACA JUGA :   Creavest 2020, Kolaborasi Pertunjukan Virtual Seni Budaya Dan Ekonomi Kreatif

UPDATE CORONA

Dalam sambutannya, Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi menyampaikan rasa apresiasinya kepada BPBD kota Pekanbaru bersama stakeholder lainnya yang telah berupaya mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana alam sebelum muncul atau terjadi nantinya.

“Alhamdulillah, dengan semangat siaga yang terlihat dari kegiatan apel pada saat ini kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan bisa diminimalisirkan, sehingga beberapa tahun sebelumnya Riau bisa bebas dari asap. Mudah-mudahan kedepannya, kita dapat terhindar dari bencana karhutla maupun banjir,” ujar Wawako.

Selain itu menurut pentolan Partai PKS ini, pihak BPBD Pekanbaru bersama dengan tim gabungan untuk penanggulangan bencana, agar bisa melakukan mitigasi serta preentif dan tanggap terhadap terjadinya bencana.

“Untuk menghadapi bencana banjir upaya mitigasi kita yaitu sebelumnya dapat membuat lubang-lubang biopori disemua tempat yang menjadi genangan air, hal ini dikarenakan keberadaan genangan air tersebut tidak bisa mengalir ke selokan maupun sungai,” ujar Ayat.

Sementara itu, Wawako Pekanbaru mengatakan bahwasanya saat ini diseluruh dunia sedang terjadi bencana non alam berupa penyebaran wabah virus yang berbahaya bagi kehidupan yaitu pandemi Covid-19.

“Bencana ini masih belum dapat diselesaikan, untuk saya mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat agar dapat mendisiplinkan diri dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga penyebaran wabah Covid-19 dapat cepat berlalu,” Pesan Wawako seraya mengharapkan kepada masyarakat untuk dapat memakai masker, sering mencuci tangan, dapat menjaga jarak, dan hindari kerumunan/keramaian.

Masih ditempat yang sama, Kepala BPBD kota Pekanbaru Zarman Chandra S.STP, M.Si mengajak kepada seluruh instansi terkait maupun masyarakat agar dapat bersama-sama menanggulangi terjadinya bencana.

“Dalam mengantisipasi bencana kami selalu siap dengan konsekuensi yang akan terjadi, tentu hal ini sebelumnya telah kami persiapkan dengan mengaktifkan peran serta dan kepedulian masyarakat terhadap ancaman bencana alam melalui Kelurahan Tangguh Bencana,” ujar Zarman.

Mantan Camat Payung Sekaki ini menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat kota Pekanbaru apabila terjadi suatu bencana alam agar dapat menghubungi langsung melalui call center di nomor 112 atau di nomor telepon 0811-7651-464.

“Silahkan sampaikan langsung informasi bencana ke call center yang sudah ditentukan oleh pemerintah, dengan demikian kami dengan mudah dan cepat menanggapi semua laporan dari masyarakat terkait permasalahan bencana,” tutup Zarman.

Pemerintah kota Pekanbaru dalam apel siaga tersebut juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada satgas, masyarakat dan relawan yang berperan aktif membantu menanggulangi bencana diantaranya yaitu :

– Fatiwaitolo zebua (masyarakat),
– Aiptu Subagio (Polri),
– Bripka Syahrial (Polri),
– Pelda Defrizal (TNI),
– Sertu Jamil Chandra (TNI),
– Komapala Winetu Fakultas teknik UNRI (mahasiswa),
– Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia Provinsi Riau (stakeholder), dan
– Manggala Agni da-ops Pekanbaru.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan simulasi yang memperlihatkan aksi tanggap, cepat, dan tepat dari tim satgas bencana dalam melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, serta melakukan penegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan tersebut. *(Mirza)