Dr. Ir Siti Munifah, M.Si Selaku Sekretaris Terus Berupaya Meningkatkan Administrasi dan Kinerja Organisasi BPPSDM Kementan RI

oleh -150.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Dalam rangka meningkatkan manajemen kinerja BPPSDM Kementerian Pertanian RI, Siti Munifah, terus berupaya semaksimal mungkin untuk menata sistem integrasi yang dapat memantau prestasi kerja dibarengi dengan evidence yang dapat dipantau oleh unsur pimpinan sebagai referensi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan, sekaligus sebagai arsip dan data digital yang dibutuhkan dalam pengembangan sumber daya manusia bidang pertanian, Sabtu 17/10/2020.

Sebagai Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), ibaratnya adalah seorang ibu yang harus menyiapkan kebutuhan dapur sekaligus menjaga rumah tetap bersih dan nyaman.

Agar semua program dapat berjalan baik, dari persiapan sampe pelaksanaan perlu perencanaan dan tatakelola yang sesuai dengan kaidah dan rambu rambu peraturan perundangan yang berlaku, mulai dari perencanaan anggaran, kerjasama, keuangan dan perlengkapan, rumah tangga, kepegawaian dan hukum organisasi serta evaluasi dan pelaporan.

UPDATE CORONA

Karena di Sekretariat Badan harus menopang peran 3 Pusat (Pusat Penyuluhan , Pusat Pendidikan dan Pusat Pelatihan) dg 21 UPT yang tersebar di seluruh Indonesia.

BACA JUGA..  Lima layanan SIM Keliling di Jakarta Hari ini, Selasa 20 Oktober 2020

Terkait hal tsb tentu rambu rambu dan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai keaempatan selalu menyampaikan ” Don’t ever againts the law”, menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas tugas yang harus diselesaikan.

“Kami dari kementerian akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk kebutuhan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang pertanian, melalui beberapa program baik yang sudah atau sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan, sesuai visi dan misi BPPSDMP yaitu, Terwujudnya sumberdaya manusia pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing serta berjiwa wurausaha untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, bahkan bagaimana NTP dan NTUP terus dapat meningkat.

Sebagaimana Ka.Badan PPSDMP, Bapak Prof. Dedi Nursyamsi sampaikan bahwa memantapkan sistem administrasi dan manajemen yang terintegrasi, transparan dan akuntabel, dapat berjalan dengan baik apabila dibangun sistem kinerja dengan semangat dan saling aktif, cepat dan tepat.

BACA JUGA..  Rp 890 Miliar Kenaikan Dana BOS Madrasah dan Pesantren Segera Cair

Jelasnya kembali, “Kami di BPPSDMP akan bekerja keras dalam mewujudkan visi dan misi tersebut dengan segera mengimplementasi kegiatan dan program prioritas dan super prioritas Kementerian Pertanian di tahun 2021. Imbuhnya.

Lanjut Munifah, bahkan tak hanya itu, kunci penting dari semua program tersebut adalah penguatan sumberdaya manusia pertanian, melalui wadah kelembagaan ekonomi petani dan kelembagaan penyuluhan di kecamatan yaitu BPP yang ditingkatkan perannya dengan pendekatan modern dan pemanfaatan IT menjadi KOSTRATANI.

Dari situlah peran SDM mulai dari petani, penyuluh, administrator data di BPP, petugas POPT, hingga SDM terdidik seperti mahasiswa Polbangtan dapat mengambil peran dalam pembangunan pertanian.

β€œIni sejalan dengan Program Prioritasnya Presiden Jokowi di periode ke II. Karenanya harus ditindaklanjuti oleh semua sektor di Kementan,” terangnya.

BACA JUGA..  Pelatihan MC Di Kelurahan Kampung Baru, Membawa Perubahan Bagi Masyarakat Dalam Berkomunikasi

Maka dari itu, disini letak pentingnya dukungan BPPSDMP untuk program tersebut sangat diharapkan.

BPPSDMP terus melakukan pembaharuan2 program melalui pilar pelatihan, penyuluhan dan pendidikan yang nantinya bermuara pada penyediaan SDM petani yang dapat memahami bahkan yang tidak hanya mampu dibidang teknis, melainkan bisnis pertanian secara efektif, melalui pelatihan atau melalui jalur pendidikan di Polbangtan, bagi generasi muda, paparnya.

Tambahnya kembali, Program tersebut akan terus ditingkatkan karena yang akan menguasai IT dan Komunikasi Informasi adalah petani millenial.

“Kita sudah memasuki era 4.0 dan yang bisa memasukinya adalah petani milenial, meningkat BPPSDMP akan mencetak petani milenial yang cerdas, melek teknologi, dan berjiwa enterpreneurship dan tahan banting,”

Sehingga diharapkan pertanian di 10 tahun yang akan datang, Indonesia didominasi oleh pemuda-pemuda yang mampu membawa pertanian ke level tertinggi, Tutup, Sekban BPPSDMP. (*)