2 Hal tentang Penangkapan @videlyae Diduga Sebar Hoax Omnibus Law

oleh -129.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – 2 Hal tentang Penangkapan @videlyae Diduga Sebar Hoax Omnibus Law.

Perempuan berinisial VE (36) di Makassar ditangkap Tim Cyber Crime Bareskrim Polri. VE ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong atau hoax mengenai omnibus law UU Cipta Kerja.

BACA JUGA :   Satgas Yonif 642/Kps membagikan Buku dan Tas Sekolah Gratis

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan tim menangkap VE di Makassar pada Kamis, 8 Oktober 2020.

UPDATE CORONA

Menurut dia, penyebaran hoax itu disebut melalui akun Twitter VE. VE kemudian diterbangkan ke Jakarta dan kini diproses hukum.

Berikut 2 hal tentang penangkapan @videlyae diduga sebar hoax omnibus law:

Ditangkap dan Jadi Tersangka

VE ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita bohong atau hoax mengenai omnibus law UU Cipta Kerja.

“Dengan adanya hoax yang beredar kemudian dari tim dari Cyber Crime Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Slamet Uliandi dan tim ya akhirnya melakukan pelacakan, melakukan penyelidikan akhirnya menemukan, oh ternyata hoax ini ada yang ng-upload, jadi setelah kita cek adalah berada di Sulawesi Selatan, di daerah Makassar, lokasinya,” ujar Argo dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10/2020).

Menurut dia, VE diduga melakukan penyebaran yang tidak benar, itu ada di Twitter-nya @videlyae.

“Seorang perempuan ini berinisial VE, itu umurnya 36 tahun warga di Kota Makassar, jadi setelah kita lakukan penangkapan di sana kita bawa ke Jakarta, kemudian kita lakukan pemeriksaan. Jadi dari hasil pemeriksaan, memang benar yang bersangkutan melakukan postingan, menyiarkan berita bohong di akun Twitternya yang menyebabkan ada keonaran di sana itu,” papar Argo.

Diduga Sebar Hoax 12 Pasal UU Cipta Kerja

VE pemilik akun Twitter @videlyae terkait hoax UU Cipta Kerja. @videlyae diduga menyebarkan hoax 12 pasal UU Cipta Kerja yang membuat masyarakat terprovokasi.

“Ini ada di sini, ini 12 pasal itu yang disebarkan yang di mana pasal-pasal itu adalah contohnya uang pesangon dihilangkan, kemudian UMP-UMK dihapus gitu ya, kemudian semua cuti tidak ada kompensasi dan lain-lain. Itu ada 12 gitu ya. Itu sudah beredar sehingga masyarakat itu terprovokasi, kemudian masyarakat melihat bahwa kok seperti ini?” kata Argo.

Argo menegaskan @videlyae diduga telah menyebarkan hoax UU Cipta Kerja. Dugaan ini karena isi UU Cipta Kerja sebenarnya tidak seperti yang disebarkan @videlyae.

“Tapi, setelah kita melihat bahwa dari undang-undang tersebut, ternyata ini adalah hoax dia karena tidak benar seperti apa yang telah disahkan oleh DPR,” kata Argo.(Dtc/Red)