Jakarta I Realitas – Pilkada Serentak Tetap Dilaksanakan Ditengah Pandemi Covid-19 Ketua MPM Unsera Kami Akan Buat Gerakan Golput Atas Dasar Kesehatan Dan Kemanusiaan.
Dilaksanakannya pilkada serentak tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menciptakan iklim demokrasi, minggu 27/09/2020.
Dimana didalamnya partisipasi warga negara menjadi faktor yang menentukan calon pemimpin bangsa ke depan.
Pandangan ini berangkat dari asumsi untuk mendorong proses demokratisasi secara luas, terbuka dan adil.
Setiap warga negara dengan bebas tanpa tekanan mempergunakan hak politiknya untuk memilih pemimpin yang ia inginkan.
Pelaksanaan Pilkada 2020 secara serentak di tengah pandemi corona atau Covid-19 masih menjadi persoalan.
Banyak pihak mempertanyakan agenda politik tersebut tetap dilaksanakan meski kasus corona di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Tapi kondisi seperti ini seharusnya pemerintah harus bisa memastikan tanpa rasa takut dan khawatir bahwa dia bisa terpapar covid-19.
Lalu melihat kondisi keterlibatan suara rakyat tidak didengar pada saat pandemi banyak produk hukum di sahkan secara cepat, Pemerintah menetapkan wabah Virus Corona di Indonesia sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh karna itu dengan alasan kesehatan dan kemanusiaan pilkada serentak harus ditunda.
Ketua MPM Unsera Syahrul Ramadhani Putra menilai bahwa.
Ketika masyarakat sipil bersuara soal kelanjutkan pilkada ditengah situasi pandemi yang masih tidak terkendali ini bukan berarti tidak bersepakat praktik demokrasi, tetapi ini bagian kontrol publik untuk memastikan layananan negara rasa aman, kesehatan demokrasi yang sehat didapatkan.
Ketika pandemi covid tidak terkendali produk hukum belum tersedia dengan baik.
Walaupun ada perpu tidak serta merta diberlakukan begitu saja, harus di internalisasikan diantara para pihak dan penguatan kapasitas diantara para penyelenggara.
Pilkada serentak dihadapkan peran publik yaitu, penyelengara, masyarakat, dan elit politik, dikhawatirkan akan ada terpapar klaster baru covid-19. Negara harus benar-benar total bekerja mengatasi pandemi covid-19.
Oleh karna itu saya meminta Menyiapkan instrumen hukum terbaik supaya bertanggung jawab dan tidak saling lempar tangan menagih tanggung jawab jika ada pelanggaran, sehingga menghasilkan demokrasi yang benar-benar berkualitas dan pemimpin bisa menjalankan janji politiknya.
Jika pemerintah memaksakan pilkada serentak dilaksanakan maka kami akan membuat gerakan golput atas dasar kesehatan dan kemanusiaan pilkada serentak ditengah pandemi. (Redho)


