Aceh Timur Dukung Penyusunan Dokumen VSA

oleh -109.489 views
Teks Foto: FGD VSA VIRTUAL: Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, T. Reza Rizki, didampingi sejumlah pimpinan SKPK menyampaikan sambutan dalam FGD Virtual Penyusunan VSA di Aula Setdakab Aceh Timur, Rabu 23 September 2020. Photo Humas Aceh Timur

IDUL FITRI

Aceh Timur I Realitas – Aceh Timur Dukung Penyusunan Dokumen VSA.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mendukung penuh program penyusunan dokumen Verified Sourcing Area (VSA) atau Area Komoditas Terverifikasi didaerahnya.

BACA JUGA :   75 Tahun PLN Hadir, Akses Listrik di Indonesia Semakin Merata

Apalagi dalam penyusunan dokumen tersebut ikut didukung dan difasilitasi Forum Konservasi Leuser (FKL) dan IDH.

UPDATE CORONA

“Program VSA atau Area Komoditas Terverifikasi sangat membantu daerah dalam upaya mengembangkan model area atau wilayah sumber penghasil produksi komoditas berkelanjutan dengan pendekatan wilayah hukum,” kata Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib, melalui Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur T. Reza Rizki, SH, M.Si, dalam FGD Penyusunan Dokumen VSA Secara Virtual di Aula Setdakab Aceh Timur, Rabu 23 September 2020.

Diharapkan, nantinya dapat memberikan arah membangun ekonomi sekaligus meningkatkan proteksi hutan dan melibatkan masyarakat dalam pengembangan komoditas yang bertanggung jawab.erlu diketahui.

“Kedepan kita harap bisa membangun ekonomi sekaligus meningkatkan proteksi hutan dan melibatkan masyarakat dalam pengembangan komoditas yang bertanggung jawab,” katanya.

Beberapa jenis tanaman yang tidak disukai gajah antara lain merica, cengkeh, sere wangi, sere dapur, vanili, jerenang, jeruk, salak, madu dan jenis komoditas lainnya.

“Jenis-jenis ini tidak membutuhkan lahan yang luas tetapi nilai ekonominya sangat tinggi dan perlu dikembangkan di Aceh Timur,” sebutnya.

Disisi lain, pemerintah juga komit dalam memperbaiki ekonomi rakyat dan perlindungan terhadap hutan dan satwa, serta pemulihan ekosistem hutan.

“Melalui pendekatan ini tentu pekebun kecil dengan para pembeli ditingkat nasional dan internasional yang berkomitmen untuk membeli produk komoditas berkelanjutan, sehingga rantai pasok menjadi lebih pendek dan biaya transaksi menjadi lebih efisien dan keuntungan petani dapat lebih tinggi,” tutur T. Reza Rizki. (Zulham).