YARA Aceh Utara Terima Laporan Masyarakat Tentang TKI Yang di Duga Hilang Kabar Semenjak 6 Bulan Terakhir di Negeri Jiran Malaysia

oleh -131.489 views

IDUL FITRI

Lhoksukon I Realitas – YARA Aceh Utara Terima Laporan Masyarakat Tentang TKI Yang di Duga Hilang Kabar Semenjak 6 Bulan Terakhir di Negeri Jiran Malaysia.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Aceh Utara kembali menerima laporan masyarakat tentang adanya Tenaga kerja Asal Indonesia (TKI) yang di duga Hilang kabar semenjak 6 Bulan terakhir di Negeri Jiran Malaysia.

Hal tersebut di laporkan ayah kandung Korban Abdul Samad (65) Merupakan warga Gampong Meucat Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh utara ke kantor YARA Perwakilan Aceh Utara di Jalan medan – Banda Aceh Gampong Alue drien LB, Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara pada Senin (03/08/2020), Sekira Pukul 15:45 Wib.

Abdul samad melaporkan Anak nya yang bernama Muhammad Hasbuh (28) yang bekerja selama 2 Tahun di negeri Jiran Malaysia tersebut berprofesi sebagai Barista di salah satu kedai kopi di Malaysia, Namun anak nya yang bernama Muhammad Hasbuh itu, Hilang kontak dan kabar semenjak 6 Bulan terakhir.

Muhammad Hasbuh Tenaga kerja Asal Indonesia (TKI) yang di duga Hilang kabar semenjak 6 Bulan terakhir di Negeri Jiran Malaysia

Namun juga terdengar kabar bahwa M.Hasbuh telah diamankan oleh otoritas keamanan Malaysia, Namun informasi itu belum pasti karena ayah Korban mendengar hal itu melalui teman anak nya ungkap nya kepada Yara

“ Hana haba sapue ugampong, aleh ho ka that susah kamoe keluarga, hana pat ngadu, aleh ka ji dreop aleh ka ipoeh, yg penteng kamoe beu tupat posisi dan kondisi jieh, Manteng ,” Unkap Abdul samad penuh haru.

Ayah korban yang juga turut di dampingi oleh Ketua Tuha peut Gampong meucat Kecamatan Samudra tersebut, Sangat berharap bahwa Putra nya segera di temukan dan di ketahui posisi nya.

Sedangkan Kabid Investigasi, Haiqal pasee yang menerima laporan tersebut Mengatakan ” Sementara Kasus ini kami tampung dulu, sembari berkordinasi dengan Kepala Yara Perwakilan Aceh Utara, Dan Ketua YARA Pusat terlebih dahulu guna melakukan kajian secara Normatif dan Empiris tetlebih dahulu terhadap disposisi kasus ini,” Ungkap Haiqal. (Rizal)