Komsos Kerukunan Umat Beragama, Ustadz Eka Ajak Warga Pahami Nilai-nilai Pancasila

oleh -266.759 views

Pekanbaru I Realitas – Komsos Kerukunan Umat Beragama, Ustadz Eka Ajak Warga Pahami Nilai-nilai Pancasila.

Komunikasi Sosial (Komsos) tentang kerukunan antar umat beragama dalam mencegah terjadinya perpecahan antar sesama telah disampaikan oleh unsur TNI dan juga Tokoh Ulama/Ustadz.

Kegiatan yang merupakan program non fisik TMMD ke 108 Tahun 2020 Kodim 0301/Pbr dilaksanakan pada Sabtu (25/07/2020) kemarin yang dihadiri oleh ormas Keluarga Besar Tentara (KBT) FKPPI kota Pekanbaru serta puluhan masyarakat sekitar yang berada di Kelurahan Tebing Tinggi Okura.

Menghadirkan Ustadz Eka yang kerap berbicara melalui pola diskusi tentang pemahaman ilmu keagamaan serta wawasan kebangsaan yang cukup berpengalaman, Sabtu (25/07/2020).

Sebagai pembicara, Ustadz Eka menyampaikan pesan maupun arti dari lambang pancasila yang berada di tengah-tengah/badan burung garuda.

Melalui ilustrasi yang digambarkan oleh Ustadz tersebut, bahwasanya lambang dan makna dari kelima sila tersebut tersimpan wujud kebersamaan antar sesama yang memiliki nilai-nilai keagamaan yang sangat kental.

BACA JUGA :  Ketua DPRK Aceh Timur : Desak Regulasi serta Keterlibatan BPMA dan Kementerian ESDM

“Apabila kita perhatikan, urutan gambar dari sila pertama hingga sila kelima memutar kearah kiri, hampir sama dengan rotasi perputaran tawaf mengelilingi Ka’bah menurut pemahaman umat muslim,” Urai Ustadz Eka.

Ia pun memaknai lambang pada sila pertama yaitu gambar bintang emas yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan arti bintang tersebut merupakan cahaya yang menyinari setiap manusia.

Selanjutnya, pada sila kedua terdapat lambang rantai yang berbunyi Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, dengan arti rantai tersebut merupakan kebersamaan untuk membantu satu sama lainnya yang menandakan gambar lingkaran ditautkan dengan kubus.

Untuk sila ketiga, terdapat lambang pohon beringin yang berbunyi Persatuan Indonesia, yang mencerminkan kekuatan akar pohon beringin tersebut dapat menahan kekuatan angin bahkan lebatnya ranting dan daun yang menggambarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

BACA JUGA :  Pengeboran Minyak Ilegal Marak di Aceh Timur LSM KANA: Siapa yang Melegalkan

Selanjutnya lambang kepala banteng pada sila ke empat yang berbunyi Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yang mengibaratkan harusnya kita selalu berkumpul bersama atau bermusyawarah dalam mengambil suatu keputusan.

“Dan pada sila ke lima terdapat lambang padi dan kapas yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia dengan pemahamannya yaitu kebutuhan sandang dan pangan harusnya tidak ada kesenjangan antara satu dengan lainnya atau adil dalam bersosial,” Ujar Ustadz Eka.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, sambil melakukan diskusi untuk menjawab berbagai pertanyaan agar lebih dapat dipahami. *(Mirza)