Polisi: ABG Pelesetkan Doa Buka Puasa di Makassar Tak Terlibat Prostitusi

oleh -291.759 views

Makassar I Realitas – Polisi: ABG Pelesetkan Doa Buka Puasa di Makassar Tak Terlibat Prostitusi.

Kanit PPA Polrestabes Makassar Iptu Ismail membenarkan, sejumlah kata tak senonoh yang diselipkan ke dalam bacaan doa buka puasa memang bisa dikatakan sebagai istilah prostitusi. Tapi setelah diselidiki, istilah prostitusi itu hanya sekadar diucapkan tersangka saja dan IS tidak pernah terlibat ke dalam dunia prostitusi online.

“Ide IS sendiri (menyelipkan kata-kata tak senonoh), dan dia masih status pelajar, tidak berkaitan dengan dunia prostitusi online,” ujar Ismail kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Ismail tidak mengetahui darimana IS mendapatkan referensi istilah prostitusi yang kemudian dia selipkan ke dalam bacaan doa buka puasa tersebut. Sebaliknya, IS disebut hanya bercanda saat mempelesetkan doa buka puasa dan tidak menyangka akan viral.

BACA JUGA :  Forkopimda Aceh Didesak Surati KPK, Bongkar Dugaan Setoran Tambang Ilegal dan Permainan Obral IUP

“Motifnya hanya main-main dan tidak menyangka bahwa akan menjadi viral,” terang Ismail.

Diketahui, tiga anak baru gede (ABG), IS (16) dan 2 rekannya, NU (14), dan SE (15), ditetapkan sebagai tersangka di kasus viralnya video mempelesetkan doa buka puasa di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kini mereka telah ditatapkan sebagai tersanka.

IS sebagai orang atau tersangka yang mempelesetkan doa buka puasa itu telah meminta maaf dan menyatakan diri menyesali perbuatannya. Namun ia tetap diproses secara hukum.

BACA JUGA :  Forkopimda Aceh Didesak Surati KPK, Bongkar Dugaan Setoran Tambang Ilegal dan Permainan Obral IUP

“Saya IS umur 16 tahun meminta maaf yang sebesar-besarnya atas video saya yang tanpa maksud apa pun dan tanpa sepengetahuan saya telah viral,” ujar IS dalam sebuah video permintaan maaf, seperti dilihat pada Selasa (19/5/2020).

Masih dalam video permintaan maafnya, IS menegaskan benar-benar merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Sekali lagi dengan rasa bersalah besar saya meminta maaf kepada seluruh umat muslim di mana pun berada dan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya di kemudian hari,” katanya.(Dtc/Red)