Pemprov Jatim Siapkan Rp 2,384 Triliun untuk Penanganan Corona

oleh -168.759 views

Surabaya I Realitas – Pemprov Jatim akan menyiapkan dana hingga Rp 2,384 triliun untuk mengatasi wabah corona. Dana tersebut bersumber dari refocusing anggaran Pemprov Jawa Timur.

“Dari realokasi maupun refocusing anggaran Pemprov Jatim untuk penanganan covid-19 kami estimasikan sekitar Rp 2,384 triliun atau 6,79 persen kalau dibulatkan menjadi 6,8 persen dari APBD Jatim 2020,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (3/4/2020).

Khofifah menjelaskan, anggaran tersebut diperuntukkan pencegahan covid-19 baik dalam ranah kuratif, promotif, kuratif, tracing sampai dampak sosial ekonomi. Menurut Khofifah angka tersebut bisa bertambah sesuai jumlah temuan kasus covid-19 dan jumlah warga yang terdampak secara ekonomi.

BACA JUGA :  WOW dr Donny Mulizar Wakil Direktur RSUD Langsa Jadi Sekcam Langsa Barat Wali Kota Langsa Rombak Kabinet Langsa Juara Hari Sabtu Lantik 122 Pejabat Eselon III dan IV

“Mengingat yang terdampak itu hampir semua kabupaten/kota, maka mekanisme penggelontoran anggaran nantinya akan melalui bupati/wali kotanya. Tapi saya ingin para bupati wali kota juga ikut gotong royong, karena penanganan ini perlu kebersamaan,” terangnya.

Basis data penanganan dampak sosial ekonomi yang dipakai Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, yakni menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) baik melalui program Bantuan Penerima Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

BACA JUGA :  Kemendikdasmen Apresiasi Komunitas Guru Menulis untuk Tingkatkan Kapasitas Guru

Di pedesaan ada sekitar 4,73 juta KK (Kepala Keluarga), di mana 3,73 juta KK sudah tercatat dalam DTKS dan 1 juta KK belum masuk DTKS.

Sedangkan di perkotaan (non agro) ada sekitar 3,8 juta KK, dimana 1 juta KK sudah masuk DTKS dan 2,8 juta KK belum masuk DTKS.

Khofifah menjelaskan, masyarakat di wilayah kepulauan juga perlu mendapat perhatian khusus karena mereka tidak bisa menjual hasil ikan akibat pandemi corona.

Begitu juga para tukang ojek online perantau sudah banyak yang mudik karena penumpang merosot drastis.(Dtc/Red)