Anies Atur PSBB Ibu Kota: Batasi Kegiatan, Tekankan Penegakan

oleh -16.201 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta segera efektif berjalan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan prinsip penegakan dari pembatasan-pembatasan kegiatan di ibu kota.

Pelaksanaan PSBB terkait penanganan virus corona COVID-19 di DKI Jakarta sudah mendapat lampu hijau dari Menteri Kesehatan (Menkes)Terawan Agus Putranto. Anies bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta langsung menyusun rencana aksi penerapan PSBB yang secara efektif berlaku hari Jumat (10/4).”DKI akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai hari Jumat, 10 April 2020,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan lewat video conference, Selasa (7/4/2020).

Lewat PSBB, Anies bakal menutup semua fasilitas umum di DKI Jakarta. Anies menyebut tak hanya fasilitas umum yang bakal ditutup. Taman hingga balai pertemuan turut ditutup.

Foto udara suasana di salah satu ruas jalan di Jakarta, Minggu (5/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta ke Kemeterian Kesehatan untuk percepatan penanganan  COVID-19 di ibu kota. ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A/foc.Foto udara suasana di salah satu ruas jalan di Jakarta, Minggu (5/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta untuk percepatan penanganan COVID-19 di ibu kota. (Foto: FOTO/Hafidz Mubarak A)

“Semua fasilitas umum tutup, baik itu fasilitas umum hiburan milik pemerintah maupun tempat hiburan milik masyarakat. Taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olahraga, museum, semuanya tutup,” ujar Anies.

Kegiatan perkantoran pun dihentikan. Anies mengecualikan terhadap 8 sektor, yaitu sektor kesehatan, sektor energi (listrik dan SPBU), sektor komunikasi (jasa dan media), sektor keuangan, sektor perbankan-pasar modal, sektor distribusi barang, sektor ritel (warung-toko kelontong), dan sektor industri strategis. Meski demikian, Anies memastikan pelayanan pemerintahan terus berjalan.

“Jakarta adalah kota pusat kegiatan perekonomian di Indonesia. Karena itu, dalam mengatur ini, kami membagi ada tiga sektor utama. Satu, pemerintahan terus menjalankan fungsinya, Pemprov DKI, kepolisian, maupun TNI semua tetap berjalan seperti biasa,” kata Anies.(Dtc/Red)