32319 KALI DIBACA

Mantan Ratu Aborsi Jadi Pengedar Sabu Terancam Hukuman Mati

Mantan Ratu Aborsi Jadi Pengedar Sabu Terancam Hukuman Mati
Donny Ferriawan dan Nining Dwi Hariyanti saat menjalani sidang di PN Surabaya
UPDATE CORONA

Surabaya I Realitas – Donny Ferriawan (42) dan Nining Dwi Hariyanti (38) pasangan nikah sirih ini terancam hukuman mati.

Pasalnya keduanya nekad menjadi kurir dan pengedar narkotika, Dalam sidang yang mengagendakan keterangan terdakwa ini, Nining mengaku dalam mengedarkan sabu dan Pil Ekstasi di bawah kendali seorang DPO bernama Pak Lek.

Dalam bisnis yang sudah dijalankan beberapa bulan lalu itu, Nining dan Doni mendapatkan imbalan sebesar Rp 5 juta setiap kali transaksi.

Nining juga mengatakan bila semua transaksi yang dilakukannya berdasarkan perintah Paklek. Setelah dapat perintah, ia mengambil barang yang diranjau dengan lokasi yang sudah diarahkan Paklek.

“Kemudian kami berdua menyimpan dulu sebelum dikirim ke orang,”kata Nining di ruang sisang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/3/2020).

Atas pengakuanya ini, ketua majelis hakim Wedhayati menyayangkan perbuatan kedua pasangan sirih ini menjadi kurir sabu. “Kamu dikasih 5 juta tapi kamu terancam hukuman berat,”tegas hakim Wedhayati.

Selain itu, menurut Wedhayati sebagai suami dan imam dalam keluarga seharusnya bisa menjaga istrinya dan mencari kerja yang halal.

“Bukan menjerusmukan istrimu” tegas Wakil Ketua PN Surabaya yang menasehati terdakwa Dony.

Mendengar nasehat Wedhayati, Nining sempat menangis dan mengaku menyesal dan tidak mengulang lagi.

Kasus ini berawal pada 2 Nopember 2019, Nining dan Dony dihubungi Pak Lek agar brangkat ke Hotel Sinar 2 di daerah Juanda Sidoarjo untuk mengambil sabu.

Setelah menerima sabu, Pak Lek kembali menghubungi lagi untuk mengambil pil extacy yang diranjau di tiang listrik depan GOR Delta Sidoarjo.

Setelah itu keduanya pulang ke Apartemen Puncak Kertajaya Surabaya Blok B kamar nomor 1863 untuk menimbang narkotika jenis sabu.

Setelah ditimbang sabu dan extacy tersebut, kedua terdakwa mengedarkan dengan cara meranjau atau meletakan disuatu tempat yang sudah ditentukan oleh Pak Lek.

Namun apesnya keduanya ditangkap anggota kepolisian Polrestabes Surabaya pada tanggal 15 Nopemer 2019 di depan Indomaret Jl. Tubanan Badung Bali. pada saat dilakukan penggeledahan di tempat tersebut tidak ditemukan barang bukti narkotika namun setelah diinterogasi para Terdakwa mengaku menyimpan narkotika jenis sabu di rumah yang beralamat di Desa Rangkah Kidul RT 09 RW 02 Kecamatan. Sidoarjo, Kabupaten. Siodarjo dan ditemukan barang bukti sabu seberat 8 Ons.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Semetara dari data yang didapat wartawan Nining Dwi Hariyanti asal Malang ditangkap oleh kepolisian Polrestabes Surabaya atas kasus peredaran sabu seberat 8 ons, selain Nining, polisi juga menangkap Doni Feriawan (42) warga Surabaya yang merupakan suami sirihnya.

berdasarkan hasil pemeriksaan, Nining merupakan residivis yang masuk dalam sindikat aborsi Sidoarjo – Surabaya. Ia merupakan kakak dari Nunung S Rahayu alias Atik. Keduanya ditangkap Polresta Sidoarjo pada tahun 2011 silam.

Waktu itu polisi berhasil membongkar praktik aborsi ribuan janin dr Erward Armando di Surabaya. Nining bisa dikatakan sebagai ‘ratu aborsi’.

Sumber : Realita

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS