Pidie I Realitas – Penggunaan Dana Desa oleh beberapa Guchiek di Kabupaten Pidie kecamatan Grong-grong dalam rangka mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Jakarta menuai polemik.
Dimana, para Geuchik akan melaksanakan Bimtek pada Perjalanan Dinas Bimtek Kepala Desa. Beberapa pihak menuding Bimtek tersebut dibuat secara sepihak oleh para Geuchiek dan tidak mendaptkan persetujuan dari masyarakat karena kegiatan tersebut tidak menjadi kegiatan berskala perioritas Desa.
Kepala Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan pidie, Junaidi Razali, mendesak Pemkab pidie untuk tidak memberikan izin keberatan Bimtek Geuchik kecamatan grong-grong tersebut.
“Kita meminta kepada Bupati untuk tidak memberikan Izin atas niat keberangkatan melakukan Bimtek tersebut yang akan dilakukan ke Luar Profinsi Aceh” tulis junaidi dalam Rilisnya, senin, 14/10
Junaidi menjelaskan, Keberangkatan Bimtek tersebut memang di butuhkan untuk penguatan para perangkat desa dalam mengelola Dana Desa tepat sasaran, namun hal tersebut juga tidak perlu di lakukan di luar Provinsi Aceh.
” Memamg di butuhkan Bimtek tersebut, namun apakan tidak bisa di lakukan di dalam provinsi aceh, masih banyak putra-putri terbaik aceh yang dapat melakukan Bimtek kepada Geuchik di Aceh khususnya di Pidie.” Ungkapnya
tahun 2016 dan 2017 juga pernah mengikuti Bimtek ke Jawa Barat, Cibodas dan Jogja tapi yang dirasa kan oleh masyarakat tidak ada perubahan sedikitpun dan tidak sedikit uang yang di habiskan untuk perjalanan tersebut .
“Tahun lalu dan tahun sebelumnya kan sudah pernah juga memgikuti bimtek ke luar, bahkan kost anggaran yang di habiskan perdesa sampai 36 Juta Rupiah pergampong, ada 12 sampai 15 Gampong yang ikut, sudah berapa uang rakyat yang di kuras untuk perjalanan penjabat desa tersebut ? Tambah Junaidi
Junaidi bahkan menduga, dalam perjalanan Bimtek Kali ini tidak lain hanya untuk berwisata di akhir tahun dan hanya berkedok Bimtek,karena menurut laporan yang di terima pihaknya ada rayuan dari pihak Kecamatan.
“Kami menduga Bimtek kali ini bukanlah sekedar Bimtek biasa tapi jauh dari pada niat untuk berwisata di akhir tahun, apalagi ada oknum Kecamatan yang mencoba merayu para geuchik untuk singgah ke Danau Toba, Sumatra Utara. Tambah Junaidi
Kita berharap, agar Bupati tidak memberikan izin atas keberangkatan tersebut, dimana pemanfaatannya juga tidak pernah di rasakan oleh masyarakat pada Bimtek-Bimtek sebelumnya.
” Kami berhasap agar Bupati tidak merestui keberangkatan Bimtek tersebut, dan menyarankan untuk di laksanakan di aceh. Supaya pemanfaatannya dan kost anggaranya juga bisa di gunakan ke pada keperluan lainnya. Harapnya. (Red)


