Histeris Di Tengah Malam

oleh -192.759 views
Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe mendata nama-nama korban di RSUD Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara, setelah kejadian kecelakaan di jalan Banda Aceh-Medan di kawasan Desa Beurandang Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Minggu (13/10/2019) dini hari WIB.

LHOKSUKON I Realitas  –Histeris Di Tengah Malam, Warga Desa Beurandang, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara berhamburan ke lintasan Jalan Banda Aceh-Medan setelah mendengar suara hantaman, dan teriakan dari dalam mobil Jumbo yang menabrak tronton, Minggu (13/10) sekitar pukul 02.00 WIB. Kala itu, truk tronton bernomor polisi BL 8894 AG sedang parkir di pinggir jalan.

Akibat kejadian itu, dua orang meninggal, 15 mengalami luka berat, dan dua lagi luka ringan. Mobil Jumbo tersebut membawa rombongan pengantin pria dari Desa Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa menuju Banda Aceh.

Warga yang mendapat informasi tabrakan di tengah malam langsung berlarian ke lokasi, untuk membantu mengevakuasi korban dalam mobil ke RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Korban dievakuasi dengan ambulance dan mobil pribadi warga di kawasan itu. Warga dan korban menjadi panik saat proses evakuasi, karena ada yang terjepit. Karena membutuhkan waktu yang lama untuk proses evakuasi, sehingga jalan nasional di kawasan itu menjadi macet.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Lantas, AKP Widya Rahmad Jayadi kepada Serambi, Minggu (13/10), menyebutkan, mobil Jumbo bernomor polisi BL 7518 UL yang disopiri Musliadi (41) asal Kota Langsa menuju Banda Aceh dalam kecepatan tinggi.

BACA JUGA :  Pengeboran Minyak Ilegal Marak di Aceh Timur LSM KANA: Siapa yang Melegalkan

Setiba di lokasi kejadian, mobil truk tronton yang dikemudikan Junaidi (39) asal Sukadamai Medan, sedang parkir di pinggir jalan dengan arah yang sama. “Tiba-tiba, mobil penumpang jenis jumbo itu langsung menabrak dari arah belakang tronton,” ungkap Kasat Lantas.

Akibat kejadian itu, mobil jumbo mengalami rusak parah di bagian depan. Selain itu, dua penumpang meninggal, 15 orang mengalami luka berat, dan 2 orang luka ringan. Setelah mendapat informasi tersebut, petugas langsung ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan  membantu mengevakuasi korban ke RSUCM. “Untuk barang bukti berupa dua mobil tersebut sudah diamankan penyidik guna proses penyidikan selanjutnya,” ujar Kasat Lantas.

Humas RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Saiful kepada Serambi mengungkapkan, sebagian korban masih mendapat perawatan. “Korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah mendapat perawatan awal, kemudian korban yang perlu mendapat perawatan langsung dibawa ke ruangan,” ujar Saiful.Tgk Amri (48) warga Desa Matang Seuleumak, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, meninggal

Hasniah (45) warga Desa Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, meninggal

Fatimah (38) warga Kecamatan Madat, Aceh Timur

BACA JUGA :  Ketua DPRK Aceh Timur : Desak Regulasi serta Keterlibatan BPMA dan Kementerian ESDM

korban luka berasal Desa Cinta Raja yakni Wali (19), Helmiah (50), Jamaliah (48), Erna Wisma (50), Ainol Fitri (32), Syarifuddin (42), Sabaniah (30), Afan (55), Hindon (65), Tgk Razali (34), Saiful (38), Rohani (35), M Kaifan (5), dan Safa Amira (2)

Informasi lain yang diperoleh Serambi, rombongan pengantin mempelai pria berangkat dari Desa Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa sekira pukul 21.00 WIB. Satu mobil Jumbo lainnya bersama mobil pribadi sudah berada di depan. Sedangkan mobil Jumbo BL 7518 UL yang disopiri Muliadi sempat singgah di SPBU Lhoksukon untuk beristirahat.

Kemudian, mobil penumpang nahas itu kembali berangkat melanjutkan perjalanan. Saat itu, kondisi penumpang sudah tertidur pulas untuk persiapan Minggu pagi mengantar mempelai laki-laki. Tiba-tiba, nahas menimpa mereka saat tiba di kawasan Syamtalira Bayu.

Menyusul kejadian itu, dua mobil yang sudah dulu berada di depan, akhirnya balik kembali untuk melihat kondisi korban yang terluka dan meninggal. “Kami sudah sampai di kawasan Ulim, Pidie Jaya. Mendengar informasi tersebut, kami kemudian kembali lagi ke lokasi kejadian,’ ujar seorang warga Desa Cinta Raja yang ditemui Serambi di RSUD Cut Meutia.(Trb/Red)