19419 KALI DIBACA

dr Akbar Kepala Puskesmas Kota Langsa Bantah Pelayanan Buruk Di Puskesmas Yang Diberitakan Oleh Beberapa Media Onlene

dr Akbar Kepala Puskesmas  Kota Langsa Bantah Pelayanan Buruk Di Puskesmas Yang Diberitakan Oleh Beberapa Media Onlene
example banner

Langsa I Realitas – dr Akbar Kepala Puskesmas Kota Langsa Bantah Pelayanan Buruk Di Puskesmas Yang Diberitakan Oleh Beberapa Media Onlene, dr Akbar Kepala Puskesma Kota Langsa setelah membaca beberapa berita di Media Onlene berjudul “Ayah Pasien Kecewa : Pelayanan Puskesmas Langsa Kota Buruk Pasien Macam Diterlantarkan” pada media online  tayangan selasa 08/10. Berita yang ditayangkan terkesan tendensius dan tidak balancing news (berita berimbang) serta tidak dilakukan proses cek n ricek terhadap kasus pasien yang di publish.
Maka dengan ini, kiranya kami sebagai pimpinan UPTD Puskesmas Langsa Kota perlu mengklarifikasi berita yang tidak balancing news sekaligus ini merupakan “hak jawab” sesuai Undang2 no 40/1999 tentang Pers.

Tujuan klarifikasi di bawah ini tidak bermaksud membela diri melainkan semata agar semua kita (publik) tak terkecuali sipenulis pada media  (MR/Danton) dan  ini memahaminya.
Berita yang dilansirkan terkesan tendensius akibat ketidak pahaman penulis maupun si sumber berita (yang disebut korban), demikian dr Akbar kepada sejumlah Media di Langsa Rabu ( 9/10/2019).

Akibat pemberitaan ini telah menimbulkan multi tafsir bahkan menghujam dengan kata kata seperti “semacam terlantar”.

Padahal peristiwa yang sesungguhnya seperti di bawah ini:
1.Pasien berkunjung ke Puskesmas (Senin 07 /10) membawa balita Rahel (4,5). Media tsb menulis Senin tanggal 08/10 (red) dengan mengambil nomor antrian sesuai prosedur.
2. Petugas mengarahkan untuk menunggu di depan Poli Umum bersama pasien lainnya.
3. Giliran pemanggilan tiba sang ayah menggandeng balita Rahel menuju ruang pemeriksaan, melihat kondisi pucat langsung dokter menganjurkan pemeriksaan laboratorium. Petugas di laboratorium melihat kondisi Rahel lemas lalu mengarahkan utk langsung ke IGD, tetapi sang ayah justru balik ke Poli Umum, sesampai di poli umum dokter disini pun kembali menganjurkan ke IGD. Sebelum ayah Rahel melangkah ke IGD dokter langsung menyerahkan secarik resep, namun sebaliknya bukan menuju IGD tetapi menuju laboratorium dengan menggandeng anak (tidak menggendong) dan membawa resep ke laboratorium.
Siapakah yang tidak taat/mengikuti arahan? Petugas medis atau orang tua Rahel?
4. Begitu tiba di Lab petugas mengatakan ” Bapak ini udah ada resep, anaknya langsung kita rawat di IGD, tdk usah di periksa laboratorium dulu”
5. Terakhir kali baru menuju IGD, langsung dilakukan tindakan
medis pukul 11.30
6. Berikutnya berselang 30menit dari IGD dipindahkan ke rawat inap utk di observasi progress reaksi obat.
7. UPTD Puskesmas Langsa Kota memiliki 6 dokter dan 3 (tiga) diantaranya bertempat tinggal di rumah dinas dalam komplek Puskesmas Langsa Kota.
8. Melihat kondisi pasien yang tidak ada kemajuan dan masih lemas maka dokter yang menanganinya langsung merujuk ke RSUD Langsa. Namun, karena tidak ada ruang kosong maka kembali dirujuk ke RSU Ummi. Apakah ini pasien ditelantarkan? (masa observasi pukul 12- 18).

Dalam hal ini kami pihak Pimpinan UPTD Puskesmas Langsa Kota juga sangat memahami keadaan bahwa sangat besar kekhawatiran orang tua kepada anak, namun kami juga mengharapkan kerjasamanya dalam memahami setiap tindakan yang akan dilaksanakan segera dalam penanganan medis

Alur pelayanan :
Untuk katagori rawat jalan mengikuti prosuder antrian pendaftaran dan pelayanan. Sedangkan pasien kategori emergency walau di pagi hari dapat langsung ke IGD.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatian semua pihak yang bersimpati dan berempati terhadap kasus berita sepihak ini, dan terimakasih kembali agar dapat dimuat sesuai dengan isi materi hak jawab ini, tutup Akbar. ( H A Muthallib )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS