Yogyakarta I Realitas – Seorang pelajar bernama Egi Hermawan (17) tewas dibacok sekelompok orang tak dikenal di Kota Yogyakarta sore tadi. Warga Dusun Sawit, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul ini tewas dengan luka parah pada bagian perut.
lokasi pembacokan berada di sebelah timur sebuah swalayan Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Bahkan, bekas darah korban masih berceceran di trotoar yang berada di sebelah timur swalayan tersebut. Saat ini sebuah garis polisi sudah terpasang di lokasi kejadian.
Seorang juru parkir swalayan di dekat TKP, Agus (48), menjelaskan, bahwa aksi pembacokan itu berlangsung cepat. Menurutnya, sebelum pembacokan tersebut sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara sekelompok orang dengan korban dan rekannya.
“Jadi dari perempatan itu (simpang empat Jogokariyan) sempat ramai (terlibat cekcok) dan ada yang lari ke timur lalu dikejar sekelompok orang. Wong sampai ada yang sempat masuk toko juga tadi,” ujarnya saat ditemui di depan Swalayan jejaring, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, Minggu (22/9/2019) malam.
Agus menjelaskan, bahwa kelompok yang mengejar korban dan rekannya kebanyakan mengendarai motor jenis matik. Bahkan, beberapa orang dari kelompok tersebut ada yang membawa gir modifikasi.
“Yang mengejar tadi ada yang bawa sabuk gir itu. Terus pas kejar-kejaran ada yang tertangkap (Egi) dan dikeroyok tadi,” ujarnya.
“Setelah saya datangi posisi dia (korban) sudah tergeletak di trotoar terus perutnya mengeluarkan darah yang cukup banyak,” imbuh Agus.
Sementara itu, saksi lain, Edi Hartanto mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar jam setengah 16.30 WIB. Menurutnya kelompok itu mengejar korban dari arah barat ke timur.
“Saya sempat bingung tadi, ada ramai-ramai di sana (simpang 2 Jogokariyan) terus tiba-tiba ada dua orang dikejar dan satunya langsung masuk ke tempat saya kerja (Warung Bakso) dan sembunyi di kamar mandi,” katanya saat ditemui di tempat kerjanya.
“Nah, yang satunya lari tadi ketangkap gerombolan itu terus dipukuli itu,” sambung Edi.
Mengetahui hal tersebut, Edi sempat ingin melerai perkelahian tersebut. Namun, karena jumlah orang yang mengeroyok Egi banyak dan membawa senjata tajam membuat Edi sempat ragu-ragu.
“Mau saya samperin ternyata ada tiga orang yang megang tali ada girnya itu dan satu (orang) bawa clurit,” sambung Edi.
“Jumlahnya tadi sekitar lima sampai enam motor yang mengejar (Egi) dan mereka boncengan, kebanyakan motornya matic. Terus yang mengeroyok korban sekitar lima sampai enam orang, jadi sistemnya satu di atas motor satunya turun menghajar (Egi),” imbuhnya.
Lebih lanjut, sekitar beberapa menit rombongan tersebut meninggalkan Egi di trotoar. Menurutnya, kondisi korban saat itu sempat bergerak lalu tergeletak di trotoar.
“Jadi setelah korban tidak gerak itu baru mereka tinggal dan lari pakai motor ke arah timur. Terus setelah kejadian polisi datang dan langsung membawa korban ke rumah sakit,” katanya.
“Yang sembunyi di kamar mandi sempat saya tanyai, dia ngakunya tidak tahu apa-apa dan tiba-tiba dikejar sekelompok orang,” imbuh Edi.
Diwawancarai terpisah, Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratmo membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban berboncengan dengan rekannya menggunakan motor dari selatan ke utara. Sesampainya di sekitaran simpang 4 Jogokariyan, laju motor korban dihentikan kelompok tersebut.(Dtc/Red)


