Natuna I Realitas – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Sudah lebih dari dua pekan asap yang menyelimuti tak kunjung hilang.
Gugusan pulau-pulau kecil di Kabupaten Natuna kini pun tak terlihat dengan jelas. Ini karena asap pekat mengepung kabupaten yang terdiri dari beberapa pulau. Pekat asap imbas Karhutla ini membuat langit menjadi putuh.
Senin (23/9/2019) dari pulau ke pulau lainnya tidak terlihat ketika dilintasi dengan kapal kecil. Padahal di setiap pulau misalkan Pulau Tiga yang disinggahi, sebelumnya bisa melihat pulau yang berad di depannya. Kini jarak pandang terhalang oleh asap pekat.
“Sudah hampir 20 hari kondisi asap seperti ini. Kita berlayar tidak terlihat lagi pulau di sekeliling kita,” kata Rody (36) warga Tanjung Batang Kecamatan Pulau Tiga.
Asap yang mengepung Natuna ini diyakini merupakan asap kiriman dari Kalimantan. Walau asap yang mengepung hampir sebulan, warga di kepulauan ini mengaku belum pernah mendapat bantuan masker dari pemerintah setempat.
“Mana ada masker dibagikan ke warga. Walau asap sudah pekat seperti sekarang. Saya belum pernah dapat masker gratis dari pemerintah,” kata Rody.
Kendati masih dikepung asap, aktivitas warga setempat masih berjalan normal. Begitu juga aktivitas pendidikan juga masih tetap berjalan sebagaimana biasanya.
“Belum ada libur anak sekolah di sini. Ya walau asap tetap ada,” kata Ihran (39) warga Kecamatan Pulau Tiga lainnya.(Dtc/Red)


