11419 KALI DIBACA

Rapat Pleno DPP Golkar Terhambat Sengketa Pileg

Rapat Pleno DPP Golkar Terhambat Sengketa Pileg
example banner

Jakarta, I Realitas – Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Golkar Maman Abdurahman mengatakan penyelenggaraan rapat pleno DPP, yang salah satunya menentukan jadwal musyawarah nasional (munas), belum terlaksana lantaran masih ada proses sengketa Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, hal itu menjadi salah satu penghalang DPP untuk menggelar rapat pleno karena pihaknya belum bisa mengambil keputusan secara bulat terkait hasil Pileg 2019. “Tentunya DPP mengadakan rapat itu tentu agenda banyak yang harus dibahas.

Jadi saya pikir sambil menunggu keputusan, ada banyak, kami sampai sekarang blm bisa mengambil keputusan 100 persen terkait Pileg karena msh ada sengketa di MK,” kata Maman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, (6/8/2019). Ia pun memastikan DPP akan segera menggelar rapat pleno karena hal tersebut tertuang dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Maman pun mengaku menghormati dan menghargai langkah sejumlah pengurus DPP Partai Golkar yang mengirim surat kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk mendesak penyelenggaraan rapat pleno.

“Rapat pleno pasti akan diadakan karena bagian dari perangkat aturan internal kita. Sambil menunggu proses putusan selesainya gugatan MK. Jadi kami hormati dan hargai semua aspirasi teman-teman,” tuturnya. Sebelumnya, sejumlah pengurus DPP Partai Golkar mengirim surat untuk mendesak Airlangga selaku ketua umum segera menggelar rapat pleno. Pleno ini di antaranya menentukan soal program partai dan gelaran munas untuk memilih ketua umum. Anggota Bidang Pemuda DPP Partai Golkar Nofel Saleh Hilabi mengatakan rapat pleno harus digelar secepatnya.

Untuk mengevaluasi dan menyusun program yang akan dijalankan Golkar ke depan, usai memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.”Pleno itu menentukan segalanya. Satu, Pilpres kami sudah menang, Jokowi menang, itu harus dibahas dalam pleno mengevaluasi kinerjanya. Terus program apa yang mau kita antarkan dan kita dukung programnya Jokowi-Maruf,” kata Nofel dalam keterangan tertulis, Senin, (5/8/2019). (Cino/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS