27119 KALI DIBACA

Trump ‘Serang’ Anggota DPR Perempuan via Cuitan Bernada Rasis

Trump ‘Serang’ Anggota DPR Perempuan via Cuitan Bernada Rasis
example banner

Presiden Donald Trump menggunakan bahasa rasis untuk menyerang anggota kongres perempuan Partai Demokrat yang progresif. Secara tidak langsung, Trump menyatakan bahwa mereka bukan warga negara asli Amerika Serikat (AS).

Dalam cuitannya, Trump tidak menyebutkan siapa yang ia maksud. Namun, awal pekan ini, ia merujuk pada Anggota DPR dari New York Alexandria Ocasio Cortez ketika Presiden membela diri dari Ketua DPR Nancy Pelosi.

Pekan lalu, sekelompok anggota Partai Demokrat yang merupakan perempuan kulit berwarna mengkritisi kondisi fasilitas umum yang tersedia di perbatasan AS. Sebelumnya, anggota Demokrat itu memang secara terang-terangan mengaku tak setuju dengan kebijakan imigrasi Trump.

Kelompok wanita yang bergabung dengan Ocasio Cortez antara lain, Rashida Tlaib dari Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota, dan Ayanna Pressley dari Massachusetts.

Dalam serangkaian cuitannya, Trump menyiratkan bahwa anggota kongres perempuan itu tidak dilahirkan di AS. Trump juga secara sarkastik menyarankan mereka kembali ke tempat mereka berasal untuk membantu memperbaiki tempat-tempat yang rusak serta dipenuhi kejahatan.

Pada hari Minggu (14/7), Ocasio Cortez mengunggah cuitan di akun Twitter bahwa dia bersumpah negara tempat dia berasal adalah AS. Cortez juga menyarankan Trump untuk marah karena dia tidak dapat memahami warga AS yang termasuk para perempuan anggota kongres tersebut.

“Anda mengandalkan AS yang ketakutan untuk upaya penjarahan Anda,” tulis Ocasio Cortez dalam cuitannya.

Ocasio-Cortez, Tlaib, dan Pressley adalah warga AS yang lahir secara alami di Negeri Paman Sam. Sementara itu, Omar lahir di Somalia dan berimigrasi ke AS ketika ia masih muda. Menurut New York Times yang dikutip oleh CNN.com, Omar menjadi warga negara pada 2000 ketika dia berusia 17 tahun.

Menanggapi ‘serangan’ Trump, Omar mengunggah cuitan untuk ‘memukul balik’ mantan pengusaha properti tersebut.

“Sebagai Anggota Kongres, kami bersumpah satu-satunya negara kami ialah Amerika Serikat. Itu sebabnya kami berjuang untuk melindungi negara kami dari presiden yang terburuk, paling korup dan tidak kompeten yang pernah kami lihat,” tulis Omar.

Ia juga menambahkan bahwa Trump membangkitkan nasionalisme kulit putih. Menurut dia, Trump marah karena orang-orang seperti anggota kongres itu melayani rakyat dan berjuang melawan agenda penuh kebencian Trump.

Kicauan Trump muncul ketika perhatian terhadap kondisi pusat-pusat penampungan para migran meningkat tajam. Akhir pekan ini, Petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai melakukan penggerebekan untuk menangkap imigran tidak berdokumen di beberapa kota besar di seluruh negara.(cino)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS