24819 KALI DIBACA

Polisi Tembak Pencuri Perhiasan Rp 1 Miliar

Polisi Tembak Pencuri Perhiasan Rp 1 Miliar
Penjual menata perhiasan emas di salah satu pusat penjualan emas di Jakarta, Senin (19/1). Pemerintah akan memasukkan perhiasan dalam daftar obyek Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagai salah satu strategi untuk mencapai target penerimaan pajak tahun ini. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/15.
example banner

Makassar I Realitas – Riki (25), otak pelaku pencurian perhiasan ditembak petugas kepolisian karena mencoba kabur saat hendak diamankan di sekitar Jalan Maccini Pasar, Kecamatan Makassar, Makassar, Minggu (14/7/2019) dini hari.

Riki ditangkap setelah buron selama kurang lebih enam bulan.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, Riki merupakan otak komplotan pencuri perhiasan di rumah warga di Jalan Pajjenekang, Kecamatan Bontoala, Makassar, pada (21/1/2019) lalu.

Ia bersama tujuh rekannya mencuri 4 kalung emas, 6 liontin, 3 bros mawar berlapis mutiara, 15 buah liontin giok, emas batangan seberat 100 dan 175 gram, 15 emas batangan seberat 2 kilogram, sepasang cincin kawin, dan surat tanah dari dalam brankas dan lemari.

“Dia (korban) melapor karena mendapati brankas dan lemari di kamar rumahnya sudah terbongkar. Jika ditotal kerugiannya ditaksir Rp 1 miliar,” kata Indratmoko di Makassar, Minggu (14/7/2019).

Indratmoko menjelaskan, empat rekan Riki sudah terlebih dahulu diamankan.

Dari penangkapan itu polisi melakukan pengembangan hingga mendapati Riki berada di sebuah rumah kos di wilayah Jalan Maccini Pasar.

Saat itu, Riki sedang mengadakan pesta miras bersama rekannya.

Saat hendak ditangkap, Riki berusaha melarikan diri dan mengacuhkan tembakan peringatan yang dilancarkan petugas sebanyak tiga kali.

“Oleh anggota kemudian diberikan tembakan peringatan, tapi tak diindahkan. Akhirnya anggota memberikan tindakan tegas dan terukur dan mengenai kedua kakinya masing-masing dua butir peluru di kaki sebelah kiri dan kanan,” ujarnya.

Kapolsek Bontoala Kompol Andriani Lilikay mengungkapkan, pihaknya kini masih melakukan pengejaran rekan Riki yang masih buron.

Mereka adalah eksekutor dan penjaga situasi saat melakukan pencurian.

Riki bersama empat rekannya yang sudah diamankan mengakui perbuatannya.

Perhiasan yang dicurinya telah dijual.

“Kalau barangnya katanya sudah dijual, dan dibagi bersama teman-teman. Riki sendiri dapat bagian Rp 15 juta yang telah digunakan untuk membeli kalung emas seberat 3 gram untuk istrinya,” ujar Andriani.

“Pelaku juga sempat membeli satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio Soul seharga Rp 3,5 Juta yang kemudian dijual kembali lewat media sosial. Sisanya tentu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.(*/Tribun/Nrl)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS