23419 KALI DIBACA

Nazlih Mengaku Disekap Dan Dikeroyok Oleh Sejumlah Pemuda

Nazlih Mengaku Disekap Dan Dikeroyok Oleh Sejumlah Pemuda
example banner

MEULABOH I Realitas – Nazlih (17), seorang pemuda warga Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat mengaku disekap dan dikeroyok oleh sejumlah pemuda. Nazlih yang tercacat masih siswa sebuah SMK di Meulaboh itu sudah melaporkan kasus yang menimpanya pada Minggu (14/7) dinihari sekira pukul 02.00 WIB, ketika mengendarai sepeda motor bersama temannya tersebut ke Polres Aceh Barat.

Berdasarkan keterangan paman korban, Yusmadi kepada Serambi, Minggu kemarin, menjelaskan, saat kejadian keponakannya itu mengendarai sepeda motor jenis Satria X bersama temannya, Agung. Namun ketika melintasi jalan tembus dari Lapang ke jembatan besi (Jembes), tepatnya kawasan Gampong Darat, Kecamatan Johan Pahlawan, mereka dicegat oleh sekelompok pemuda.

Menurut Yusmadi, pemuda yang mencegat keponakannya tersebut juga mengendari sepeda motor dengan jumlah mencapai puluhan orang. Usai dicepat, Nazlih langsung saja dibawa oleh kelompok pemuda itu, sedangkan temannya Agung berhasil kabur dari kawalan pelaku. “Nazlih dibawa ke arah kawasan Nagan Raya, ke sebuah kafe dan disekap di situ. Dia juga sempat dipukul beramai-ramai oleh pelaku,” ujar Yusmadi.

Nazlih baru ditinggalkan oleh kelompok pemuda itu menjelang subuh di kawasan Nagan Raya. sementara semua harta milik Nazlih seperti handphone dan sepmor milik Agung dibawa kabur oleh kawanan pelaku yang disebut-sebut mengaku dari sebuah desa di Nagan Raya. Setelah ditinggalkan, Nazlih mendatangi sebuah pos kepolisian terdekat di Nagan Raya. Setelah itu, korban dijemput pulang pihak keluarga dari Meulaboh.

Terkait kasus penyekapan dan penganiayaan itu, tukas Yusmadi, pihak keluarga langsung mendatangi Polsek Meureubo, Aceh Barat untuk membuat laporan. Namun karena tempat kejadian perkara (TKP) masuk kecamatan lain, sehingga laporan polisi mereka lakukan ke Polres Aceh Barat pada Minggu (14/7) pagi.

Yusmadi yang merupakan pensiunan seorang camat di Pemkab Aceh Barat menginginkan, agar kasus yang menimpa keponakannya itu bisa diusut tuntas dan semua pelaku dapat ditangkap. “Kami mendapat laporan awal dari teman keponakan saya yang berhasil kabur ketika peristiwa itu terjadi,” ucapnya.

Ia menuturkan, selama ini keponakannya tidak ada persoalan apa pun dengan kelompok pelaku. Untuk itu, Yusmadi menduga, Nazlih menjadi korban salah tangkap oleh kawanan pelaku. Pasalnya, pada pekan lalu, ada insiden perseteruan sejumlah kelompok pemuda di wilayah Kecamatan Meureubo. Namun, sebutnya, kasus itu sudah didamaikan. “Makanya, kami menduga keponakan saya salah sasaran oleh pelaku. Bisa saja pelaku ingin balas dendam tetapi keponakan saya yang jadi sasarannya. Meski begitu, kami tetap meminta kasus itu diusut tuntas,” tukas Yusmadi.

Cek Laporan
Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK yang ditanyai Serambi, Minggu (14/7), mengatakan, dirinya akan mengecek dulu terhadap adanya laporan penyekapan dan penganiayaan ke Polres. “Akan saya cek dulu ya,” kata Kasat Reskrim singkat dihubungi melalui telepon selularnya.(riz/Tribun/Nrl)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS