Empat SPBU di Aceh Diberikan Sanksi Karna Melanggar Ketentuan

oleh -28.489 views

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Aceh terus meningkatkan pengawasan penyaluran BBM. Rapat koordinasi dengan pemerintah daerah senantiasa dilakukan, membahas pengawasan penyaluran Premium sebagai BBM penugasan dan Biosolar sebagai BBM Subsidi.

Selain itu, pengarahan dan pengawasan kepada SPBU juga diperkuat. Baik melalui peninjauan  lapangan, maupun laporan dari warga yang masuk ke saluran call center Pertamina 135 maupun email pcc@pertamina.com.

“Dari pengawasan lapangan dan masukan masyarakat, kami melakukan investigasi atas SPBU yang ditengarai melakukan pelanggaran ketentuan. Alhasil, kami menjatuhkan sanksi kepada empat SPBU yang terbukti melanggar,” ujar Marketing Manager Aceh, Awan Raharjo, Branch, melalui pres relisnya, kepada Wartawan Kamis (4/7).

BACA JUGA..  Dengan Patroli Malam Masyarakat Istirahat Dengan Tenang

Penerapan sanksi, lanjut Awan, dilakukan sebagai bentuk pembinaan dan untuk memberi efek jera terhadap SPBU yang melanggar ketentuan. Terdapat 4 SPBU yang dikenakan sanksi dan pembinaan untuk periode bulan Juli 2019. SPBU-SPBU itu tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen.

BACA JUGA..  Polres Langsa Ringkus Seorang Pengedar Narkoba

Ke 4 SPBU tersebut disanksi dengan penghentian sementara penyaluran Premium maupun Biosolar selama 30 hari, sesuai jenis produk yang dijual tidak sesui dengan regulasi. SPBU yang melanggar juga diwajibkan membayar denda, senilai BBM subsidi yang mereka salurkan kepada yang tidak berhak.

SPBU-SPBU itu melanggar ketentuan dengan menjual Premium melalui jerigen tanpa dilengkapi surat rekomendasi. Juga menyalurkan Premium kepada kendaraan yang tangkinya telah dimodifikasi serta penyaluran Solar kepada pihak perusahaan perkebunan.

“Pengusaha SPBU pada gilirannya harus memberikan sanksi tegas kepada oknum petugas SPBU yang melanggar ketentuan penyaluran BBM. Disamping itu, kami menegaskan pada pengusaha SPBU untuk memasang CCTV di wilayah SPBU guna peningkatan pengawasan,” tutur Awan.

BACA JUGA..  Hj. Asmidar Tepilih Sebagai Ketua DPW-PA Aceh Singkil

Lanjutnya, penerapan sanksi ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi SPBU lain agar menyalurkan BBM sesuai ketentuan

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak membeli Biosolar dan Premium dalam jerigen. Kecuali dilengkapi dengan surat rekomendasi dari pemda atau dinas terkait setempat,” pungkas Awan. (PNG/Nrl)