35019 KALI DIBACA

Polsek Sukmajaya Tangkap Komplotan Jambret HP

Polsek Sukmajaya Tangkap Komplotan Jambret HP
example banner

Depok | Realitas – Anggota buser Polsek Sukmajaya, Depok, Jawa Barat menangkap tersangka spesialis penjambret HP.

Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan tersangka LRP (kapten),16, FA, 15, dan MF, 17, ditangkap anggota buser dibawah pimpinan Kanit Reskrim Sukmajaya Iptu Prihatin setelah mendapatkan laporan dari Rizky Fauzi,19, HP Assus miliknya telah dirampas pelaku di jalan.

Masih menurut Kompol Bronet, tersangka LRP,16, sebagai ‘kapten’ atau pimpinan dalam kelompok lebih dahulu ditangkap anggota setelah korban mencoba mengejar sembari meneriaki maling di Jalan Sentosa Raya, Mekarjaya, Sukmajaya, pada Jumat (15/2/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.

“Setelah si kapten ditangkap langsung dikembangkan dan mengintai rumah masing-masing pelaku lainnya di daerah Kelapa Dua, Tugu Cimanggis Kota Depok, lalu FA dan MF berhasil kita tangkap di kediamannya masing-masing,”ujar Kompol Bronet saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019) pagi.

Kompol Bronet mengaku dari tangan pelaku petugas menyita satu unit Honda Scoopy digunakan untuk beraksi lalu satu unit HP Merek asus milik korban sendiri.

”Modus pelaku mengintai sasaran saat korbannya memainkan HP di jalan,”tambah Kompol Bronet.

Selain itu pengakuan pelaku melakukan aksi kejahatan menjambret HP ini sudah sering kali dilakukannya.

“Untuk LRP si Kapten sudah beraksi empat kali, lalu FA sudah dua kali dan terakhir MF baru sekali untuk TKP Pasar Rebo, Cibubur, Tangerang, dan Depok, hasil curian pelaku yaitu HP dijual ke konter dengan harga Rp.100 hingga 200 ribu, uang hasil kejahatan digunakan buat kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Ketiga pelaku ini rata-rata sudah putus sekolah SMP, sudah bekerja sebagai tukang parkir di daerah Kelapa Dua RTM Cimanggis Kota Depok.

Nama kelompok geng mereka Kelapa Dua Official (KDO), sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir,

Kompol Bronet menambahkan para pelaku yang tercatat masih usia dibawa umur ini berbuat kejahatan seperti menjambret lantaran kurang perhatian orang tua dan berasal dari keluarga broken home.

“Setelah kita interogasi pengakuan pelaku berbuat melanggar hukum lantaran sedang ada masalah dalam keluarga dan juga ada yang broken home orangtuanya pada pisah,”tutup Kompol Bronet.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita kenakan Pasal 368 KUHP tentang penjambretan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun.” (H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS