69219 KALI DIBACA

Muslim Agani, SH Pengacara Penggugat Laporkan Abang Kandung Anggota DPRK Ke Polda Aceh Terkait Kasus Penyerobotan Tanah Alur Dua

Muslim Agani, SH Pengacara Penggugat Laporkan Abang Kandung Anggota DPRK Ke Polda Aceh Terkait Kasus Penyerobotan Tanah Alur Dua
example banner

Langsa | Realitas – Abang kandung Saifullah anggota DPRK Langsa dari Partai Golkar, bernama Hasballah dan beberapa orang lainnya yaitu Marzuki Bin AH, Mustafaruddin serta H Burhansyah, resmi dilaporkan ke Polda Aceh terkait kasus penyerobotan hak atas tanah milik masyarakat di desa Birem Puntong Kecamatan Langsa Baro.

”Kami telah resmi melaporkan mereka secara pidana terkait penyerobotan dan pengrusakan sekaligus pelaku pembuatan dokumen palsu ke Polda Aceh,” ungkap Muslim A Gani Kuasa Hukum Masyarakat Pemilik Tanah, Jumat (22/2/2019).

Dikatakan, laporan atas kasus tersebut sudah dimasukkan ke Polda Aceh yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tanda Bukti Lapor dari Polda Aceh dengan Nomor : BL/38/II/YAN.2.5/2018/SPKT tanggal 12 Februari 2019.

“Proses ini akan terus kita kejar hingga ke Pengadilan, sampai kita temukan siapa sebenarnya yang bermain dengan tanah dikawasan itu selama ini,” ujar Muslim A Gani.

Selain itu, lanjut Muslim, pihaknya juga telah menyiapkan gugatan untuk membatalkan Sertifikat No 1176/2017 a/n Marzuki Bin AH, termasuk menyurati pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menghentikan pemecahan hak atas tanah dimaksud.

Bahkan Muslim A Gani mengaku sudah menyampaikan Surat keberatan kepada BPN Langsa sesuai dengan UU No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi pemerintahan Jo Peraturan Pemerintah No.6 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Sengketa Administrasi Pemerintahan.

Sehingga tidak ada lagi alasan hukum untuk melakukan pemisahan hak atas tanah.

“Mereka (BPN) juga turut kita laporkan ke Polda Aceh karena membuat sertifikat diatasi tanah milik orang lain dikawasan Birem Puntong, sedangkan sertifikat mereka, objek tanahnya ada di desa alur dua, saya menduga ada mafia tanah yang bermain di sana,” demikian kata Muslim A Gani

Sebelumnya, diduga telah membuat surat palsu terkait sengketa lahan perumahan, Geuchik Gampong Alue Dua Kecamatan Langsa Baro Hasballah, dikabarkan akan dilaporkan ke Polisi.

Jika terbukti Geuchik tersebut melakukan tindak pemalsuan surat, maka yang bersangkutan dipastikan terancam hukuman 6 tahun penjara.

“Unsur-unsur Pidananya jelas dan bukti sudah ada ditangan kami. Perbuatan Geuchik Alue Dua ini, disebut sebagai “Intelectuele Valsheid” atau pemalsuan, membuat secara palsu sepucuk surat seperti dimaksudkan dalam ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 263 Ayat (1) KUHPidana,” ungkap Kuasa Hukum Pemilik tanah Muslim A Gani SH, Jumat (22/2/2019) lalu.

Sementara itu, Geuchik Gampong Alue Dua Kecamatan Langsa Baro, Hasballah, dengan tegas membantah tudingan telah membuat surat palsu terkait lahan sengketa di Desa yang dipimpinnya.

Kepada Wartawan, Hasballah mengatakan sebagai perangkat Gampong dirinya hanya menjalankan tugas sesuai aturan.

Ketika ada pihak tertentu yang mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayahnya, sepanjang semua persyaratan terpenuhi, maka Geuchik harus menandatangani.(Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS