40419 KALI DIBACA

Polsek Tanjungkarang Timur Tangkap Pelaku Penganiayaan

Polsek Tanjungkarang Timur Tangkap Pelaku Penganiayaan
Pelaku saat berada di Mapolsek Tanjungkarang Timur, Senin (14/1/2019).
example banner

Bandar Lampung | Realitas – Daftar pencarian orang (DPO) Polresta Bandar Lampung terkait kasus penganiayaan, ditangkap unit Reskrim Polsek Tanjungkarang Timur.

Kapolsek Tanjungkarang Timur Kompol Deny Saputra mengatakan, pelaku bernama Seto Ariwibowo (20) warga jalan Wartawan, Gunung Sulah, Way Halim, dibekuk di kontrakannya, Sabtu (5/1/2019).

Menurut Kapolsek, awalnya aparat menangkap Seto karena mengkonsumsi narkoba bersama rekannya Azuheri yang melarikan diri.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan 1 plastik bening berisi sisa pakai sabu, dan satu buah bong.

“Jadi kita dapat informasi dari warga, kalau memang rumah itu kerap dijadikan tempat untuk konsumsi sabu,” ujarnya, Senin (14/11/2019).

Kemudian setelah diperiksa, ternyata Seto merupakan DPO Polresta Bandar Lampung, terkait Penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan korban bernama Andi Wijaya. Perkara tersebut berdasarkan laporan nomor LP/B-1/V/2018 Resta Balam 2 Mei 2018.

“Selain itu dia juga Residivis maling aki waktu 2009 di Polsek Sukarame, dia dipidana 12 bulan, waktu kasus itu dia masih di bawah umur,” katanya.

Seto mengaku, memang sudah mengkonsumsi sabu dalam kurun waktu belakangan ini.

“Saya cuma Makai, waktu itu diajak zaman Suhari beli paket 200, terus kita bagi saya pakai,” ujar Seto.

Seto yang berprofesi sebagai tukang rongsok tersebut, nekat memukul Andi Wijaya hingga tewas, pada 2 Mei 2018 yang lalu karena kesal.

Awalnya ia memang berkawan dengan korban, dan sedang mengkonsumsi miras bersama di kontrakan pelaku yang pertama di daerah Urip Sumoharjo.

Kemudian korban Andi Wijaya, memaksa untuk meminta uang tambahan guna membeli minuman keras tambahan, namun Seto pun menolak karena tak memiliki uang sama sekali.

Ia tambah kesal, ketika istrinya malah dipaksa memberi uang.

Karena kesal, Seto memukul punggung Adi dengan gesper, kemudian kembali memukul kepala Andi hingga tidak sadarkan diri.

Korban sempat dirawat, namun akhirnya meninggal dunia.

“Usai kejadian itu saya kabur bang, dan ngontrak di Tanjungbintang sama istri,” katanya. (lampost/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS