61019 KALI DIBACA

Pelaku Sodomi Jalani Eksekusi 14 Tahun Penjara Di Lapas Blangpidie

Pelaku Sodomi Jalani Eksekusi 14 Tahun Penjara Di Lapas Blangpidie
Foto: Kasi Pidum Kejari Abdya, Firmansyah Siregar SH.
example banner

Blangpidie | Realitas – Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya) telah melakukan eksekusi penjara selama 14 tahun terhadap Merah Amad (40) terdakwa pelaku sodomi ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Blangpidie pada Selasa (4/9/2018) lalu.

Oknum Aparatur Sipir Negara (ASN) itu, dieksekusi setelah adanya putusan tetap dari Mahkamah Syariah Tapaktuan, nomor 05/JN/2018/MS-TTN tanggal 16 Agustus 2018.

Dalam petikan putusan itu, Merah Amad terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak sebagaimana dalam dakwaan komulatif.

Untuk itu, Mahkamah Syariah Tapaktuan menjatuhkan hukuman pidana selama 168 bulan atau 14 tahun penjara.

“Awalnya kita tuntut 16 tahun penjara terhadap Merah Amad, yang menjadi putusan 14 tahun.

Terdakwa juga telah menerima putusan itu, dan pada tanggal 4 September lalu kita melakukan eksekusi ke Lapas Kelas III Blangpidie,” kata Kajari Abdya, Abdur Kadir SH MH melalui Kasi Pidum, Firmansyah Siregar SH, Jum’at (7/9/2018) diruang kerjanya.

Firmansyah mengemukakan, khusus untuk kasus sodomi yang dilakukan mantan Sekretaris Desa (Sekdes) di Labuhan Haji Barat itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Abdya sengaja menuntut pelaku dengan hukuman penjara atau tidak dicambuk.

Pasalnya, yang menjadi korban adalah anak-anak dibawah umur karena harus dilindungi secara psikologis dan seterusnya.

“Kalau di penjara, pelaku tidak bisa berkeliaran lagi dalam waktu yang cukup lama.

Seandainya dicambuk mungkin bisa terulang kembali perbuatan seperti itu.

Apalagi kita juga banyak mendapat masukan kalau untuk kasus ini harus dituntut penjara biar ada efek jera,” ungkapnya.

Alasan lain tuntutan kurungan itu, para orang tua dari belasan korban sodomi tidak akan takut lagi dengan predator anak karena sudah tidak nampak berkeliaran.

“Putusan penjara itu memang sudah sangat tepat untuk kasus sodomi yang dilakukan terdakwa, apalagi terdakwa juga merupakan seorang pendidik yang haruanya menjadi panutan bukan melakukan perbuatan bejat seperti sekarang ini,” tuturnya.

Jeratan hukuman yang diberikan kepada terdakwa sesuai dengan pasal 50 mengenai jarimah pemerkosaan dengan sengaja terhadap anak dan pasal 47 tentang jarimah pelecehan seksual dengan sengaja terhadap anak sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014.

“Untuk Pasal 50, terdakwa dituntut dengan kurungan paling lama 200 bulan atau denda paling banyak 2000 gram emas murni.

Sedangkan, untuk pasal 47 dituntut paling banyak 900 gram emas murni atau 90 bulan penjara,” demikian jelas Firmansyah. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS