29419 KALI DIBACA

Bea Cukai Tarakan Klaim Penyelundupan Barang Malaysia

Bea Cukai Tarakan Klaim Penyelundupan Barang Malaysia
Kapal yang mengangkut barang Malaysia di perairan Nunukan belum lama ini diamankan Ditpolair Polda Kalimantan Utara.
example banner

Tanjung Selor | Realitas – Dalam lima tahun terakhir kecenderungan pengungkapan penyelundupan barang ilegal dari Malaysia diklaim menurun.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Pabean B Tarakan, Sutikno mengklaim, penurunan itu tidak terlepas dari intensifnya pengawasan oleh aparat keamanan TNI/Polri.

“Pergerakan penegak hukum sangat intensif.

Apalagi dengan hadirnya Polda Kalimantan Utara.

Alhamdulillah, itu sangat membantu kami Bea Cukai” sebutnya saat disua Tribunkaltim.co, Kamis (13/9/2018) di area Mapolres Bulungan/Mapolda Kalimantan Utara.

Baca: Nekat, Pelaku Begal Ini Beraksi Sambil Membawa Anaknya Yang Berusia 5 Tahun

Pelaku penyelundupan yang kebanyakan merupakan warga negara Indonesia sendiri, sudah mulai pikir-pikir melakukan aksi penyelundupan.

Memang masih ada penyekundupan, namun tidak seintensif dulu.

“Kami dan aparat terus berkoordinasi, bekerjasama sama penekan penyelundupan sepanjang tahun,” katanya.

Ungkapan terbesar yang pernah terjadi adalah upaya menyelundupkan rotan selama dua kali berturut-turut tahun 2017 senilai Rp 500 juta.

Sebetulnya kata Sutikno, perdagangan lintas batas diperbolehkan oleh pemerintah.

Namun hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di perbatasan.

Sayangnya, banyak pelaku usaha memanfaatkan momen itu.

Barang lebih di perbatasan kemudian didistribusikan ke daerah lain seperti di Tarakan dan Bulungan.

“Pendistribusian barang dari perbatasan itu ke daerah yang banyak kita gagalkan.

Karena tidak memiliki izin, itulah yang kami tindaklanjuti untuk diproses hukum,” katanya.

Jenis barang yang kerap diselundupkan dari Malaysia adalah makanan, minuman, pakaian, kosmetik, hingga senjata tajam.

Sebaliknya dari Indonesia, banyak diselundupkan adalah hasil alam seperti rotan.

“Jadi boleh sebetulnya memasukkan barang dari Malaysia, akan tetapi hanya untuk pemenuhan kebutuhan di perbatasan itu sendiri.

Kalau sudah dioper ke daerah lain itu tidak bisa.

Normalnya hanya sampai perbatasan saja,” katanya. (tribunnews/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS