YARA Perwakilan Sabang Minta Penegak Hukum Usut Kasus Proyek Pembangunan Marina Lhok Weng Sabang

oleh -313.759 views

Sabang I Realitas – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Sabang, meminta penegak Hukum untuk segera mengusut kasus Proyek pembangunan Marina Lhok Weng Sabang di duga sarat dengan masalah.

Ketua YARA Sabang Teuku Indra, meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun ke Sabang untuk melakukan pemeriksaan, terhadap pembangunan Marina Lhok Weng Sabang.

Pembangunan Marina Lhok Weng telah memasuki tahap kedua ini, diduga sudah menelan kerugian negara yang cukup besar, beberapa pembangunan juga diduga tidak sesuai dengan spek kontrak,”ujar Teuku Indra kepada Media ini Rabu (25/7/2018) di Sabang.

Proyek ini sangat merugikan negara dan pembangunan di sabang,”ujarnya.

BACA JUGA :  Rencana Demo Dugaan Korupsi Videotron IAIN Langsa Mendadak Batal, Publik Pertanyakan Sikap ALASKA : Ketua YARA Langsa Desak Dirkrimsus Periksa Kasus Dugaan Korupsi Videotron

Teuku indra lebih lanjut menyebutkan tentang hal ini, sebaiknya KPK  langsung yang turun ke Sabang dugaan penyimpangan uang negara terkait masalah proyek Marina Lhok Weng dari tahap pertama dan sampai tahap sekarang ini di karenakan ini sudah sangat keterlaluan dan sangat berani dalam hal penggunaan uang rakyat untuk pembangunan di kota Sabang khususnya, dugaan kita besar korupsi di proyek ini,”Sebut Popon.

Kami dari YARA kota sabang sangat siap untuk membantu data-data yang diperlukan oleh KPK  jika nantinya di butuhkan dan kita bekerja keras untuk dapat di usut,”ujar Popon.

Termasuk ada proyek pemasangan pipa di anggaran BPKS Sabang  dengan sangat jelas kita duga menyalahi spek kontrak, pemasangan pipa tersebut seharusnya ditanam bukannya diatas permukaan tanah seperti yang terjadi dilapangan saat ini,”sebut Popon lagi.

BACA JUGA :  Mawardi di Malaysia, Isteri Diduga Diperkosa oleh Perangkat Desa : Datangi Kantor YARA Langsa Minta Dampingi Ke Kantor WH dan Polres Aceh Timur

Ketua YARA Sabang juga mengatakan akan segera melaporkan hal ini secara resmi ke pihak penegak Hukum baik kepada KPK maupun kepada penegak hukum lainnya.

Media ini belum mendapatkan keterangan resmi baik dari perusahaan pembangunan proyek Marina Lhok Weng Sabang juga dari pihak BPKS Sabang, karena proyek ini dibangun tahun 2015 dan dilanjutkan 2016 lalu namun sampai saat ini belum selesai.(Popon)