Kelompok Tani Minta Ajir Segera Disalurkan Oleh Cv. Putri Kencana.

oleh -193.759 views
Kabid Horltikultura Dinas pertanian Aceh Timur, Herawati.

Aceh Timur I Realitas – Penyaluran bantuan pengembangan Kawasan cabe merah kabupaten Aceh timur Diduga sarat dengan dugaan adanya indikasi korupsi, pengadaan barang untuk pengembangan kawasan cabe tersebut sampai saat belum sepenuhnya tersalurkan, demikian yang disampaikan oleh salah satu narasumber yang layak dipercaya kepada Media ini Jum’at (6/7/2018).

Pengadaan barang tersebut dilaksanakan oleh CV. Putri Kencana yang bersumber Anggaran APBN 2018 Dengan nilai Pagu Rp.459.000.000 Dan dimenangkan oleh CV. Putri Kencana berjumlah Rp:402.727.000, fakta tentang jumlah aitem yang saat ini dan telah diterima oleh 25 kelompok tani yang tersebar di dua belas kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, diantaranya: pupuk organik, pupuk NPK, pupuk cair, besar dan kecil, mulsa(plastik penutup),suplayer elektronik, mesin pompa air, dan selang air, hingga saat ini salah satu aitem yakni: Ajir, yang belum diterimanya.

Saat dihubungi Media ini salah Satu menteri tani Kecamatan Nurussalam boy Jum’at (6/7/2018) mengatakan melalui telepon selulernya bahwa aitem-aitem hampir seluruhnya tersalurkan hanya aitem Ajir saja yang belum disalurkan, saat disinggung kapan Ajir tersebut disalurkan ia hanya dapat menjawab, belum tahu kapan katanya demikian ujarnya singkat.

Mendapat informasi tersebut dari sejumlah kelompok tani, Media ini menghubungi Kabid Horltikultura Dinas pertanian Aceh Timur Herawati melaui telefon genggamnya mengatakan bahwa pihaknya sudah menghubungi pihak penyalur, saat ini mobil yang membawa Ajir tersebut rusak dijalan dan katanya gardan mobil tersebut patah, sehingga agak terlambat sedikit penyalurannya mungkin besok insya Allah bahan tersebut sudah sampai ditempat kita dan segera disalurkan kepada kelompok tani ujar Herawati.

Masyarakat Aceh Timur minta kepada penegak hukum untuk segera menelusuri kasus ini, mengingat kasus ini adanya indikasi korupsi, ujar sejumlah kalangan di Aceh Timur kepada Media.

(Hasbi Abubakar)