181219 KALI DIBACA

YARA Akan Berikan Bantuan Hukum Untuk Subardi Korban Pengoroyakan Di Aceh Tamiang.

YARA Akan Berikan Bantuan Hukum Untuk Subardi Korban Pengoroyakan Di Aceh Tamiang.
example banner

Banda Aceh I Realitas – Tim Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA) Safaruddin SH dan timnya akan memberikan bantuan Hukum terhadap kasus pengoroyokan terhadap Subardi yang dikeroyok oleh sejumlah Oknum Rabu pekan lalu.

Kita akan berikan bantuan Hukum dan polisi juga kita harus proaktif mengungkap kasus ini, ujar Safaruddin SH kepada Wartawan di Kantor Yara Aceh, Selasa (8/5/2018).

Kita minta pihak Polisi Polres Aceh Tamiang segera mengungkapkan kasus ini dan kita minta tim penyidik segera periksa dan tahan pelaku, ujar Safaruddin.

Kasus ini harus segera dilakukan penyelidikan dan kalau juga terlambat dilakukan penyelidikan kita akan bawa korban ke Polda Aceh untuk kita laporkan kasus ini ke Polda dan Propam nanti nya, ujar Safaruddin yang juga ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Aceh.

Semua pihak harus mendapatkan kepastian hukum apalagi sudah dilaporkan oleh korban beberapa hari yang lalu ke Polres Aceh Tamiang.

Kita sudah siapkan untuk bantu korban pengoroyokan itu, tutup Safaruddin.

Sebelumnya di beritakan Media ini Senin (7/5/2018), Sejumlah Oknum Masyarakat Gampong/Desa/Kelurahan Simpang Empat Dusun Bandar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh menyerang Toko Sabila Kaca Secara Brutal serta pemilik toko tersebut, sehingga Sabardi bin Harun 36 Tahun jadi korban.

Sabardi korban yang diserang oleh sekelompok Oknum tertentu kepada media ini Senin (7/05/2018) dikediaman Rumah mertuanya di Gampong Sampaimah Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh.

Menurut Sabardi Akibat Dari kejadian dan pemukulan tersebut yang Saat itu terjadi didepan anak-anaknya sehingga mereka menjadi trauma dan sangat takut dan enggan pulang ke rumah bahkan takut kesekolah jika melihat orang oknum tertentu yang menyerang rumah dan memukul ayahnya secara membabi-buta, ujarnya.

Menurut Sabardi kejadian tersebut terjadi begitu cepat sehingga untuk dapat menjelaskan apa salah saya tidak ada kesempatan, ujarnya dalam kondisi ketakutan kepada wartawan Media ini yang mengunjunginya.

Inilah uraian Kronologi sementara yang didapatkan oleh media ini melalui keterangan Subardi :

Berawal kejadian tersebut terjadi pada Hari Rabu tanggal 02 Mei 2018 pukul 12:15 salah satu pemuda datang ketempat yang tidak saya kenali dan menyampaikan pesan atau amanah dari Mustafa Kamal.cs untuk menemuinya, kata pemuda tersebut kepada saya waktu itu, dan bang Mustafa Kamal cs anak dari toko Subur jaya meminta saya untuk menemuinya dirumahnya M.Zaini, setelah itu saya menjawab oooo kalau memang bang Mustafa Kamal cs itu perlu dengan saya, datang saja ketempat saya di Toko Sabila kaca, karena rumah saya terbuka lebar untuknya, tetapi saya sendiri merasa tidak ada keperluan dengan Mustafa Kamal cs sehingga undangan dan amanah tersebut saya tolak, setelah itu kembalilah pemuda tersebut, selang beberapa menit kemudian datanglah Mustafa Kamal cs bersama M.zaini, dan saya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, dengan wajah mereka yang bengis mengatakan kepada saya, kau pendatang kata M.Zaini, dan langsung mengangkat tangan memukul saya dengan tiba-tiba sehingga saya terkejut dan panik waktu itu dan dengan gagahnya Mustafa Kamal memukul saya dari depan dan bagian kepala saya sehingga alis saya pecah dan Robek dan mengeluarkan darah segar mengalir ke bagian muka saya dan sehingga waktu itu datanglah seorang karyawan saya Fakhrul Rizal untuk meleraikan perkelahian tersebut, ujarnya.

Karyawan saya ingin memisahkan dari keributan tetapi saat ingin dipisahkan malah di pukul oleh Mustafa Kamal cs, pada saat bersamaan datanglah seorang pemuda yang bernama Bahrum dan memukuli karyawan saya berulang ulang sehingga karyawan saya terjatuh, dan waktu itu saya memberikan perlawanan terhadap Bahrum jangan Pukul karyawan saya sambil mengejar kearahnya dan waktu itu saya sudah merasa tidak menghiraukan siapapun karena wajah saya sudah mengalir darah dan kejadian ini terjadi didepan anak-anak saya dan juga ponakan saya, sehingga mereka begitu trauma menyaksikan kejadian tersebut, hingga saat ini Pelaku masih berkeliaran belum ada panggilan dari aparat Penegak Hukum kata Sabardi.

Saat media ini melakukan konfirmasi kejadian tersebut ke Kapolres Aceh Tamiang AKBP.Zulhir Destrian.S.I.K.MH melalui Kasat Reskrim Dimas Adhit Putranto.S.I.K mengatakan kepada media ini diruang Senin (7/5/2018) kerjanya membenarkan adanya kejadian peristiwa tersebut terjadi di Gampong Simpang Empat Dusun Bandar Kecamatan Karang Baru dan laporan tersebut sudah kita terima laporannya melalui sikorban a.n Sabardi bin Harun pada tanggal 02 Mei 2018 dan sudah mengeluarkan surat laporan yang bernomor polisi LP.B/29/V/2018 SPKT tentang Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Ketika disinggung sejauh mana perkembangan tentang kasus tersebut, kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang menyampaikan Bahwa hal tersebut sudah saya disposisikan dan akan kita tindak lanjuti dan akan kita panggil semua saksi saksi dan setelah itu semua rampung dan akan ambil tindakan proses hukum demikian katanya singkat. ( Hasbi Abubakar/ Hai )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS