Limapuluh Kota | REALITAS — Banjir di dua Kecamatan yaitu, Kec Kapur IX, Nagari Galugua, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. di Nagari Pangkalan ada beberapa jorong terendam air luapan Sungai Batang Maek, Kabupaten Limapuluh Kota, mulai surut, setelah merendam sekitar 5 jam.
Banjir tersebut terjadi akibat Curah hujan yang mengguyur diwilayah Kabupaten Limapuluh Kota dalam beberapa hari ini. Mengakibatkan, banjir di kecamatan Pangkalan Koto Baru.
Berdasarkan koordinasi Plt, Kalaksa BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Dengan pengelola waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar. bahwa kondisi pagi ini elevasi air berada di 78.09 mdpl, berdasarkan data elevasi air di waduk PLTA Koto Panjang.
Apabila sampai pada elevasi 83.00 mdpl, akan mengakibatkan banjir besar, Plt Kalaksa BPBD Rahmadinol memintak kalau banjir tidak bisa di hindari, minimal Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Kampar sama -sama mendapat kiriman banjir. Kondisi air mulai naik semenjak pagi tadi, Minggu, 28/12/2025.
Pelaksana Tugas Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota mengatakan sejumlah nagari yang terendam banjir di Kecamatan Pangkalan telah surut sekitar pukul 12.00 Wib siang ini, dan Nagari Galugua Kecamatan Pangkalan.
Menurut Rahmadinol, saat di hubungi media, saat ini, kami meminta bantuan dari BPBD provinsi Sumbar untuk meminta dukungan perahu karet, mudah-mudahan bisa di realisasi ,untuk di stanby di Kecamatan Pangkalan Koto Baru Dan Kecamatan Kapur IX.
Rahmadinil menambahkan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan elevasi terhadap banjir di pangkalan ini, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi hujan.
“Semoga saudara-saudara kami yang sedang ditimpa musibah banjir di kecamatan Pangkalan diberikan kesabaran dan perlindungan dari bahaya susulan.
Semoga Allah mengganti setiap kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar dan mempermudah proses pemulihan bagi seluruh korban.” Tutup Rahmadinol.(Indra Adrismel)


