Calang | REALITAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan (DKPP) bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh menyalurkan 13 ton beras untuk warga di kabupaten itu dalam rangka menjaga kestabilan harga beras.
“Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk menekan harga, tetapi juga untuk memperkuat daya beli masyarakat,” kata Kepala DKPP Aceh Jaya Teuku Ridwan di Aceh Jaya, Selasa 15 Juli 2025.
Penyaluran beras murah tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga beras di pasaran yang telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Di mana, khususnya di Aceh Jaya, harga beras medium saat ini mencapai Rp15 ribu per kilogram atau berada di atas HET yang hanya Rp13.100 per kilogram sesuai peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilaksanakan sebagai respon atas melonjaknya harga beras di atas HET,” ujarnya.
T Ridwan menjelaskan, 13 ton beras SPHP tersebut disalurkan secara bertahap melalui GPM pada empat wilayah di Aceh Jaya, yakni Selasa 15 Juli 2025 di Kecamatan Jaya, Rabu 16 Juli 2025 di Teunom, Kamis 17 Juli 2025 di Panga, dan Jumat 18 Juli 2025 di Kecamatan Krueng Sabee.
Dirinya berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan pangan murah ini untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.
“GPM ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjamin keterjangkauan pangan, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan pangan di Aceh Jaya,” katanya .
Ia menambahkan, pelaksanaan GPM di berbagai titik strategis kecamatan dipilih agar mudah diakses masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi pentingnya ketahanan pangan lokal.
“Kami berharap GPM ini dapat menjadi tolok ukur keberlanjutan program pangan murah dan menjadi bagian dari visi besar menuju kedaulatan pangan, sebagaimana tagline kami. pangan kuat, masyarakat berdaulat,” demikian Teuku Ridwan.(*)
Sumber: Ant


