Meulaboh | Realitas – Lima Bursa Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Teuku Umar (UTU), satu di antaranya dari UNSAM Langsa siap bertarung di Meulaboh.
Kelima Bacarek itu, satu di antaranya Dr.Teungku M.Sahudera, M.Pd dari UNSAM Langsa, sebelum Rabu, 6 April 2020 telah mendaftarkan diri secara resmi.
Kelima Bacarek UTU itu, Dr.Ishak, MA Staff pengajar UTU (Asoe Lhok) setempat.Dr.Ir. Azhari, M.Si, Dr.Muhammad Akmal dari Universitas Malikulsaleh (Unimal) Lhoksemawe, Dr.Teungku Muhammad Sahuda, M.Pd Universitas Samudera (Unsam) Langsa dan Prof.Dr.Muchlisin Z.A, SPi, M.Sc dari Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh.
Menurut keterangan, pendatang terakhir yang mendaftarkan diri sebagai Bacarek UTU ini, adalah Prof.Dr.Muchlisin.
Prof.Muchlisin, kelahiran Peureumbeue, Aceh Barat 11 September 1971, pada tataran awal namanya tidak santer disebut-sebut.
Namun munculnya sosok Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) USK ini sangat menggoyang kalangan Senat UTU yang berjumlah 17 orang itu.

Sosok Profesor getol melakukan penelitian dan turun ke lapangan bersama masyarakat, selama ini sama sekali tidak diperhitungkan.
Kalangan UTU justeru menilai munculnya Prof.Muchkusin yang aktif dalam wadah Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA), terkesan droping paksaan USK.
Menanggapi hal ini, Prof.Dr.Ir.Samsul Rizal, M.Eng mantan Rektor USK spontan membantah.
“Tidak benar tuduhan itu, pihak USK secara matang sudah menyeleksi secara internak tentang bobot dan bibit kefiguran seseorang di kalangan universitasnya”.
Status Rektor UTU sekarang ini Prof.Jasman, Bacarek Dr.Ishak, MA sama-sama masih Staff akademisi USK yang diperbantukan ke UTU, Katanya menjelaskan per telepon selulernya.
Menyinggung tentang persiapan putra mahkota oleh Rektor UTU sebagai penggantinya, pihak tidak tahu.
Begitupun Prof.Samsul tidak membantah pihaknya telah memberikan restu secara resmi kepada Prof.Dr. Muchlisin pada Februari 2022 lalu.
Mekanismenya memang begitu, tidak mungkin merestui sekaligus dua sosok figur berlaga di “kandang” yang sama untuk jabatan yang sama pula, sebutnya.
Terkait karbitan putra mahkota di lingkungan UTU, media ini gagal melakukan konfirmasi dengan Prof.Jasman hingga berita ini dikirim ke redaksi. WhatsApp yang dikirim media sudah tercontreng dua, namun tidak ada respon sedikit pun.
Rektor Unimal Lhokseumawe Prof.Herman yang dihubungi secara terpisah, menjelang Jumat dinihari membenarkan telah memberikan restu kepada dua Staff akademisinya untuk bertarung secara elegant di UTU Neulaboh.
“Benar bang, mudah-mudahan mereka sukses di sana”, sebutnya singkat.
Sementara kalangan Senat di Meulaboh berterus terang, pihaknya sudah diarahkan dan solid untuk memilih DR.Ishak putra Barsela untuk menggantikan Prof.Jasman Ma’aruf.
Jadi sudah tidak ada celah kemenangan diraih orang non kampus UTU, sebut salah seorang dari 17 senat itu kepada mediarealitas.com
Prof. Muchlisin yang smilling face ini seperti tidak peduli dengan issue penghadangan sosok di luar kampus UTU ini. “Wait and see” saja, katanya.
Tak usah dikomentari lagi yang jelas dia masuk dalam bursa bergengsi ini atas restu pimpinan tertinggi USK. UTU bersama senatnya itu sepakat menjagokan figur karbitan sebagai putra mahkotanya.
Muchlisin hanya mengatakan, niat maju sebagai orang nomor satu pada jajaran lembaga tinggi UTU untuk mengabdi sekaligus ingin memajukan negeri kelahirannya.
Tentu semua pilihan pimpinan atas izin serta komitmen atasan di USK dengan pihaknya.
Pihaknya mengaku loyal dan taat azas arahan pimpinan di Universitas. Menyingung soal kemungkinan terjadi komplik interent antar universitas, semua diserahkan pada keptusan universitas
Lazimnya di lingkungan USK semua perencanaan dan penugasan seseorang akademisi ke luar selalu dibahas dan digodok secara lebih dahulu.Bukan sembarangan tandas Muchlisin mengakhiri pembicaraannya.
Selain Muchlisin dan Ishak, lainnya figur lainnya sebagai penggembira saja.
Sayangnya DR Ishak belum dan tidak akan mengantongi persetujuan resmi dari lembaga perguruan tinggi USK sebagai universitas negeri tertua di Aceh.
Menurut kalangan USK ini,mana mungkin rektor menyetujui dua figur sekaligus dalam pertarungan pimpinan akademisi.
Kata mereka, dulu saat Prof.Jasman Ma’ruf mencalon diri sebagai Rektor UTU ini atas dorongan, dukungan penuh serta izin resmi dari Rektor USK ini.
Baik Jasman maupun Ishak sama- masih sebagai akademisi USK, apa mungkin melawan atasan, tambah sumber lain di kalangan Biro Rektor. (*)




