DPRD DKI Minta Pengawasan di Bandara Diperketat, Antisipasi VIrus Corona

oleh -186.759 views

Jakarta I Realitas – Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta kepada pemerintah memperketat penjagaan di Bandara. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya virus Corona ke Jakarta.

“Semoga pencegahan di airport bisa maksimal yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” ucap Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria, saat dihubungi, Jumat (24/1/2020).

Selain itu, perlu juga pengawasan di beberapa tempat publik. “Seperti mal dan tempat hiburan,” kata Iman.

Pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun harus cepat bertindak. Jika ada laporan gejala, maka perlu segera penanganan.

“Lakukan persiapan pertolongan pertama atau pencegahan apabila ada ditemukan orang yang menderita penyakit tersebut,” kata Iman.

BACA JUGA :  Momentum Kemerdekaan: Lapas Sinabang dan Kemenag Simeulue Terima Piagam Penghargaan dari Dirjen Pemasyarakatan

Untuk diketahui, virus Corona ini sudah menyebar ke beberapa negara-negara besar. Virus ini berasal dari China tepatnya di Kota Wuhan.

Sempat dikabarkan virus Corona sudah masuk ke Indonesia karena kabar seorang karyawan Huawei dari China yang mengalami demam. Soal kabar tersebut, Menkes Terawan langsung mendatangi Wisma BRI 2 di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, kemarin sore. Dia memastikan ada atau tidaknya virus Corona yang diduga menginfeksi salah satu pegawai.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo mengatakan, berdasarkan hasil diagnosis, karyawan Huawei di Gedung BRI 2 dipastikan tak terserang virus Corona. Karyawan Huawei itu semula mengalami demam dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA :  Peringati HUT ke-81 RI, 341 WBP Lapas Kelas II B Idi Terima Remisi Umum

“Pekerja Huawei tersebut telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan dari hasil diagnosa rumah sakit, dinyatakan bahwa pekerja tersebut terserang radang tenggorokan,” kata Hari dalam keterangannya.

Karyawan Huawei itu sebelumnya dilarikan ke RS Siloam setelah diketahui mengalami demam. Hari mengatakan tindakan itu dilakukan lantaran pihaknya mengedepankan keselamatan dan kesehatan para pekerjanya.(Dtc/Red)