Pinus Institute Harap PTKIS Selaras Dengan Prinsip Good Governance

oleh -236.759 views

Banda Aceh | Realitas – Perkembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di Indonesia secara kuantitatif dari waktu ke waktu sampai saat ini sungguh luar biasa, tidak terkecuali di Aceh.

Berdasarkan data dari Diktis Kemenag RI, di Aceh terdapat 31 Lembaga PTKIS yang terdiri dari dua FAI, 25 STAIS dan 2 Institut.

Sehingga keberadaan PTKIS mempunyai nilai strategis dalam pembangunan pendidikan Aceh.

Arah strategi pengembangan PTKIS harus mampu menghasilkan lulusan yang Islami dan unggul dalam mengintegrasikan keilmuan dengan nilai keislaman.

Oleh karen itu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilaksananakan oleh PTKIS di Aceh harus dilandasi dengan penyelenggaraan pendidikan yang selaras dengan prinsip-prinsip profesionalisme dan prinsip good governance yang terintegrasi dalam pembinaan kepribadian dan pengembangan jaringan akademis yang didukung oleh ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas.

Pernyataan itu, disampaikan oleh Direktur Pinus Institute, Tabrani ZA, SPdI MSI MA dalam Diskusi Publik Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pinus Institute, Jum’at (6/7/2018) di Banda Aceh dengan tema Arah Pengembangan PTKIS di Era Global.

Melalui press realise yang diterima media ini, Sabtu (7/6/2018), Tabrani menyebutkan, acara diskusi publik itu dihadiri para narasumber seperti, Prof Dr Paulina Palen yang merupakan Staf Ahli Bidang Akademik Kemristekdikti juga Dewan Komisaris Pinus Institute Dr Saifullah Idris, MAg dan Ramzi Murziqin, MA, Wakil Dekan 1 FAI Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Zulfadli, MA, Komisioner KPAI Aceh Khairul Halim, MA. serta tamu undangan lainnya dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan.

Dikutip dari penyampaian salah satu narasumber, Paulina Palen yang juga merupakan salah satu Dewan Pakar Pinus Institute menjelaskan, bahwa dalam penyelenggaran pendidikan tingggi, PTKIS masih dihadapkan pada beberapa persoalan.

Diantaranya, standar dan mutu ilmiah yang belum memadai, penguasaan bahasa asing (Inggris dan Arab) yang belum maksimal, interaksi ilmiah dan edukatif antara dosen dan mahasiswa belum memuaskan, masih banyak dosen yang belum berpegang pada standar-standar ilmiah, dan lemahnya budaya penelitian.

Selain itu juga masalah akreditasi program studi, karenasalah satu indikator kualitas akademik dapat dipotret dari akreditasi yang telah diperoleh dari BAN PT.

Paulina Palen menjelaskan bahwa isu utama dalam peningkatan mutu PTKIS adalah peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan untuk mencapai visi dan misi PTKI melalui meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan melalui standar kualifikasi pendidikan, peningkatan kompetensi serta profesionalisme.

Untuk menuju tercapainya mutu pendidikan dan tata kelola PTKIS yang bersih dan transparan. Maka PTKIS harus mempunyai sebuah konsep yang bersifat teknis, taktis dan operasional dengan mengimplementasikan prinsisp-prinsip good governance sebagai bahan kebijakan strategi pengembangan PTKIS di masa yang akan datang.

Koordinator Penyelenggaraan Teknis dan Program Pinus Institute FakhrulRijal dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa PTKIS Aceh supaya serius dan focus dalam pengelolaan kampus masing-masing. Pengelola PTKIS harus mempunyai beberapa strategi reformasi dan akselerasi dalam rangka peningkatan profesionalisme penyelenggaraan PTKIS.

Di samping itu, peran dan fungsi lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat juga harus lebih ditingkatkan, sehingga eksistensinya sebagai sebuah perguruan tinggi agama memiliki implikasi perubahan sosial keagamaan yang lebih baik dalam masyarakat.

Untuk menuju kesana, lanjut Fakhrul, tentu saja masih banyak tahapan persiapan, perubahan dan pembenahan yang perlu dilakukan seperti sarana prasarana dan kurikulum.

Semua ini akan terwujud dengan kerja keras dan kerja cerdas dari pihak-pihak terkait, sinergi yang terbangun antar lembaga dan para stakeholder lainnya.

Terakhir, Pinus Institute mengharapkan kepada Rektor terpilih UIN Ar-Raniry yang juga Kopertais Wilayah V Aceh untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap seluruh PTKIS yang ada di Aceh (Syahrizal)