Prof Yusri Yusuf Dikukuhkan Menjadi Ketua MAA

oleh -11.759 views

Banda Aceh | REALITAS – Walaupun badai silih berganti menerpanya, namun Prof Dr.Yusri Yusuf tetap dikukuh sebagai Ketua Majelis Adat Aceh(MAA) periode 2026-2931.Dia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Besar(Mubes) bulan lalu.

Amatan media ini, dalam masa menunggu proses persiapan pengukuhan, “badai Pantura” Aceh itu terus menerpanya.Isu ketidak absahan, nepotisme hingga ke soal rangkap jabatan digulirkan.Dalam suasana angin ribut itu, sempat keluar pula SK PLT untuk orang tertenru guna menafikan hasil mubes.

Pihak lain mengkritisi dan menganggap sebagai senjata pamungkas, adalah soal rangkap jabatan seorang pegawai negeri.Kepala BKN Regional XIII Aceh Ir. Agus Setiadi, M.Si, menjelaskan tidak larangan bagi seorang PNS merangkap jabatan tertentu jika non struktural.Kecuali jabatan fungsional

BACA JUGA :  Pelayanan dan Penanganan Pasien di RSUD Langsa Ditinjau Langsung Oleh Sekda Aceh

Menurutnya waktu itu, Jabatan Ketua MAA non struktural.Lembaga MAA ini dibentuk berdasarkan Qanun Aceh nomor 8 tahun 2019 selaras dengan isi payung hukum Aceh UUPA nomor 11/2006.

Dengan pengukuhan Prof Yusri Yusuf dan segenap perangkatnya Kamis 7 Mei 2026, oleh Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haitar, upaya pendongkelan tak beralasan ini pun berakhir. MAA periode baru ini mulai Senin 11/5/ 2006 menggelar rapat lengkap perdana.

MAA dengan pengurus baru dan spirit barunya kini bertekad menjalankan amanah dan tugas yang diembankannya.Terutama berkaitan dengan sendi- sendi adat istiadat yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat agamais

Tentu ini sesuai harapan daripada Wali Nanggroe yang meminta MAA mengawal dan melestarikan adat dan kebudayaan sebagai perekat dalam kehidupan sehari-hari

Ketua MAA Prof. Yusri Yusuf mengungkap apa yang bergulir selama ini harus dicermati sebagai suatu dinamika dalam organisasi.Tak perlu dibahas lagi, mereka kawan-kawan kita.

Kepada peserta temu ramah ini, Masing-masing memperkenalkan diri dan daerah asal serta layar belakang serta pengalamannya. “Mari kita majukan wadah MAA ini secara bersama untuk kebutuhan masyarakat Aceh yang dinamis, kritis dan berwibawa” Pintanya

Melihat pengalaman, Pendidikan dan ketangguhan operasional secara personal yang terhimpun dalam berbagai bidang, Dia yakin MAA kedepan akan lebih eksis lagi. (*)