Langsa | REALITAS – Walikota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, Pecat Direktur PADM Kemuning Langsa, sesuai dengan surat Walikota Langsa No.624/ 690/ 2025 Dalam surat tersebut setelah di evaluasi kinerja Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kemuneng periode 2025- 2030.
Menurut Jefrry Sentana yang dalam surat nya dikirim kepada Media Realitas tertanggal 15 Desember 2025 menyebutkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat kota Langsa maka pihak walikota Langsa memberhentikan Direktur PDAM Keumuneng Langsa.

Kepada media ini Jefrry juga menyebutkan seperti diberitakan oleh media dan juga hasil evaluasi pihak pemko maka kita ambil sikap untuk kita berhenti Direktur PDAM Keumumeng Langsa,”jelas jeffry lagi.
Kita menginginkan masyarakat lebih tenang pasca banjir Kota Langsa beberapa hari lalu, adanya air bersih dan lancarnya perekenomian masyarakat kita di Langsa.
Kita pemko Langsa saat ini sedang bekerja keras untuk membangun perekonomian masyarakat Langsa jangan sampai ada pejabat yang main main kita sikat sekarang ujar Jefri.
Kami ingin bangun kembali ingin menata kembali Pemko Langsa yang lebih baik kedepan,”tutup jeffry.
Seperti yang diberikan oleh media ini :
Yara desak walikota Langsa copot direktur PDAM Kemuneng Langsa Usai Banjir Warga Menjerit Dua Minggu Tanpa Air: PDAM Langsa Mati Total, Ketua Yara Langsa Minta Walikota Ganti Dirut PDAM Sabtu 6 Desember 2025
Setelah banjir merendam sejumlah kawasan di Kota Langsa, kini masyarakat menghadapi masalah baru yang tidak kalah, pasokan air PDAM mati total selama lebih dari dua minggu di Langsa.
Kondisi ini membuat warga semakin terpuruk di tengah upaya pemulihan pasca bencana.
Sejumlah warga mengaku harus membeli air dengan harga mahal atau menumpang ke rumah kerabat yang ada sumur air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketiadaan air bersih di tengah suhu panas membuat situasi semakin sulit, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa H.A.Muthallib Ibr,SE.,SH.,M.Si.,M.Kn.,CPM.,CPArb, kepada Wartawan Sabtu 06-Desember 2025, kenapa sampai hari ini air PDAM Keumuning langsa tidak berfungsi ini ada keanehan tingkat kerja dirut,”ujar nya.
Masyarakat Kota Langsa sudah sudah dua minggu lebih menunggu air PDAM hidup. Sampai sekarang tidak ada setetes pun. Mau mandi, mencuci, masak saja susah,”jelas H Thallib.
Dosen FH Unsam ini juga menyebutkan sudah sangat menderita karena air tidak ada di Langsa,”ujarnya.
Mantan Wakil Ketua PWI Aceh ini juga menambahkan bahwa tidak ada pemberitahuan resmi dari PDAM mengenai penyebab gangguan layanan maupun estimasi kapan air akan kembali mengalir,ujarnya lagi.
“Kami dibiarkan tanpa informasi. Warga setiap hari hanya menunggu dan berharap, tapi air tidak kunjung hidup,” tuturnya.
Di tengah keresahan itu, masyarakat juga mempertanyakan kinerja manajemen PDAM. Warga menyebut informasi yang beredar bahwa Direktur PDAM Kota Langsa, T. Faisal, S.H berada diluar kota.
Banyak warga menilai absennya pimpinan PDAM di tengah masa darurat pasca banjir menunjukkan lemahnya respons dan manajemen. Mereka menilai krisis air bersih tak bisa dianggap sebagai masalah kecil karena menyangkut kesehatan publik.
Desakan mulai muncul dari berbagai kelompok masyarakat agar Wali Kota Langsa, Jefrry Sentana S. Putra, S.E, mengambil tindakan tegas,”sebut H Thallib.
Pihak nya juga meminta agar Direktur PDAM diganti karena dianggap tidak mampu mengelola pelayanan air bersih secara profesional. “Kalau tidak becus kerja, lebih baik diganti. Kami butuh pemimpin PDAM yang siap di lapangan saat masyarakat susah,” ujar nya lagi.
Walikota Langsa jangan tutup mata dalam kasus ini kalau ada pejabat yang tidak becus bekerja dengan serius segera ganti ini juga diharapkan oleh warga, jangan sampai nanti warga langsa mengira kinerja wikota Langsa kerja buruk,”tutup H Thallib.
Hingga berita ini diterbitkan, dirut PDAM Kota Langsa belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab gangguan dan kapan layanan kembali normal. Warga berharap Wali Kota Langsa segera mengambil langkah konkret demi memastikan masyarakat kembali mendapatkan hak dasar mereka atas air bersih.
Tunggu berita berikutnya ada lima pegawai yang dipecat selama dirut pdam baru, padahal pegawai yang sipecat itu juga pekerja paling baik selama ini, nama nama pegawai di pecat akan ditayangkan terbitan berikutnya.(red)











