Mappi | REALITAS — Pada 6 November 2025 Pemerintah melalui program pemberdayaan masyarakat memberikan bantuan pengembangan usaha kerajinan noken kepada Fredi Kaibu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Suku Auyu (IKBA) Kabupaten Mappi, di Jl. Saham, Kampung Emete, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk pembuatan tempat usaha yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya masyarakat Suku Auyu.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat adat dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis budaya lokal, sekaligus menjaga kelestarian tradisi kerajinan noken sebagai warisan budaya Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Fredi Kaibu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dan perhatian yang diberikan. “Bantuan tempat usaha ini sangat berarti bagi kami masyarakat Auyu. Kerajinan noken bukan hanya sekadar barang jualan, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan budaya kami. Dengan adanya tempat ini, ibu-ibu dan anak muda di lingkungan IKBA kini memiliki wadah tetap untuk membuat, menyimpan, dan menjual hasil karya mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fredi Kaibu menuturkan bahwa tempat usaha tersebut tidak hanya difokuskan untuk kegiatan kerajinan noken, tetapi juga akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi kecil masyarakat. “Kami ingin masyarakat sekitar juga bisa ikut berjualan hasil bumi, makanan lokal, dan produk buatan tangan lainnya. Dengan begitu, tempat ini bisa menjadi ruang interaksi sosial dan ekonomi yang memperkuat kebersamaan serta kemandirian warga,” tambahnya.
Program ini disambut positif oleh masyarakat sekitar yang melihatnya sebagai langkah nyata untuk mendorong produktivitas ekonomi sekaligus pelestarian budaya lokal. Pemerintah berharap agar inisiatif seperti ini dapat terus dikembangkan, sehingga masyarakat adat di Kabupaten Mappi semakin berdaya, kreatif, dan mampu bersaing dalam menggerakkan perekonomian daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri mereka. [Kepi]


